Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

KA Sangkuriang Bandung–Banyuwangi Meluncur Mei 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Terobosan konektivitas transportasi kembali dihadirkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui peluncuran KA Sangkuriang relasi langsung Bandung–Banyuwangi. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Mei 2026 dari Bandung, sementara keberangkatan perdana dari Banyuwangi akan dilakukan sehari setelahnya, 2 Mei 2026.

Langkah strategis ini merupakan hasil sinergi antara KAI Daop 9 Jember dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperkuat integrasi antarmoda, sekaligus mempercepat akses wisata lintas daerah tanpa transit.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran KA Sangkuriang menjadi jawaban atas kebutuhan perjalanan yang lebih praktis dan efisien.

“Rute langsung Ketapang–Bandung tanpa transit memberikan kemudahan signifikan bagi pelanggan, baik dari sisi waktu maupun kenyamanan perjalanan,” ujar Hengky, Jum'at (24/4/2026).

Dengan konektivitas langsung ini, mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis antara Jawa Barat dan ujung timur Pulau Jawa diproyeksikan meningkat tajam.

Data Pemkab Banyuwangi menunjukkan sektor perkeretaapian telah menyumbang sekitar 12% terhadap pertumbuhan pariwisata daerah. Bahkan, lonjakan kunjungan wisatawan tercatat mencapai 76% dalam beberapa tahun terakhir.

Kehadiran KA Sangkuriang diposisikan sebagai katalis baru untuk mempercepat pertumbuhan tersebut, terutama dengan kemudahan akses langsung dari Bandung yang merupakan salah satu pasar wisata potensial nasional.

Tak hanya itu, pada November 2026 mendatang, jadwal kereta direncanakan akan diselaraskan dengan layanan kapal cepat di Pelabuhan Ketapang, guna menciptakan sistem transportasi yang semakin terintegrasi.

Sejumlah stasiun utama seperti Stasiun Banyuwangi Kota, Stasiun Ketapang, Rogojampi, dan Kalisetail tengah menjalani renovasi bertahap untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna (user experience).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, juga akan menghadirkan inovasi digital berupa pemasangan TV touch screen di area Tourist Information Center (TIC). Fasilitas ini akan menyajikan informasi lengkap terkait agenda Banyuwangi Festival, destinasi wisata, hingga akses transportasi lanjutan.

“Kami ingin wisatawan mendapatkan informasi secara cepat dan komprehensif begitu tiba di Banyuwangi,” kata Kus Hardini.

Dalam upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan, KAI membuka peluang bagi pelaku UMKM binaan pemerintah daerah untuk memasarkan produk unggulan di area stasiun.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, RR Nanien Oktaviantie, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah konkret memperluas akses pasar produk lokal.

“Produk khas Banyuwangi akan lebih mudah dijangkau wisatawan, sebelum mereka meninggalkan daerah ini,” jelas Nanien.

Selain penguatan infrastruktur, KAI dan Pemkab Banyuwangi juga tengah merancang program insentif berupa diskon hotel dan pusat oleh-oleh bagi penumpang kereta. Program ini masih dalam tahap finalisasi melalui skema kerja sama resmi (MoU dan PKS).

Ke depan, pengembangan fasilitas pendukung seperti locker, shower, kendaraan listrik, hingga sistem rental kendaraan di kawasan stasiun juga akan direalisasikan secara bertahap.

Sebagai penutup, KAI dan Pemkab Banyuwangi berkomitmen memperkuat komunikasi publik melalui agenda bersama, termasuk edukasi keselamatan di perlintasan sebidang dan peningkatan kualitas layanan transportasi.

Peluncuran KA Sangkuriang tidak hanya menjadi penambahan armada, tetapi juga simbol transformasi konektivitas yang mendorong Banyuwangi sebagai destinasi unggulan nasional dengan sistem transportasi yang semakin modern, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pengurus Baru KOTASI Wisata Senggigi Gelar Rapat Koordinasi Perdana
Next Article
Peran Sastra dalam Meningkatkan Citra dan Identitas Daerah

Related to this topic:

Be the first to write a comment.