BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat perhatian sebagai wilayah strategis dalam mendukung agenda pertahanan dan kesiapsiagaan nasional. Tim Peninjauan Medan (Jaumed) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Tahun Anggaran 2026 melakukan peninjauan kesiapan lokasi latihan di Banyuwangi, Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari persiapan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Kogabwilhan II TA 2026 yang akan digelar di wilayah Jawa Timur dan Bali.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Marsma TNI Ramot C.P. Sinaga, S.E., M.Han., selaku Komandan Pusat Latihan (Danpuslat) Kodiklat TNI, dan diawali dengan rapat koordinasi di Makodim 0825/Banyuwangi. Rapat dihadiri unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta berbagai instansi terkait yang akan terlibat dalam mendukung pelaksanaan latihan terpadu tersebut.
BACA JUGA :
Kopassus Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dukung Pengembangan Budidaya Jagung di Banyuwangi
Peninjauan medan menjadi tahapan krusial untuk memastikan kesiapan wilayah latihan, mulai dari aspek geografis, aksesibilitas, dukungan logistik, hingga potensi pemanfaatan fasilitas yang tersedia guna menunjang kelancaran operasi lapangan.

Dalam arahannya, Marsma TNI Ramot C.P. Sinaga, menegaskan bahwa Banyuwangi dipilih karena memiliki karakteristik wilayah yang sangat representatif untuk menggambarkan berbagai skenario operasi penanggulangan bencana.
"Banyuwangi memiliki kondisi geografis yang lengkap dan relevan untuk mendukung latihan kesiapsiagaan operasional. Wilayah ini memiliki kawasan pesisir, perbukitan, hingga jalur transportasi yang memadai sehingga sangat ideal untuk mensimulasikan berbagai bentuk penanganan bencana secara terpadu," ujar Marsma TNI Ramot C.P. Sinaga.
Menurutnya, latihan yang akan digelar tidak hanya berorientasi pada kemampuan militer, tetapi juga menitikberatkan pada sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Melalui latihan ini, kami ingin menguji sekaligus meningkatkan kemampuan koordinasi antar instansi, baik TNI, Polri, pemerintah daerah maupun unsur pendukung lainnya. Tujuannya adalah menciptakan kesiapan yang optimal dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terintegrasi," tambahnya.
Usai rapat koordinasi, Tim Jaumed melanjutkan peninjauan ke kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi, yang direncanakan menjadi salah satu titik utama pelaksanaan latihan. Lokasi tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena mampu mendukung berbagai skenario latihan lapangan, termasuk simulasi evakuasi dan penanganan korban bencana.
Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi medan, akses masuk dan keluar lokasi, area pendukung kegiatan, serta potensi pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung pelaksanaan latihan berskala besar.

Sementara itu, Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto menegaskan komitmen jajaran Kodim 0825/Banyuwangi dalam mendukung penuh seluruh rangkaian persiapan latihan yang akan melibatkan berbagai unsur tersebut.
"Peninjauan medan ini merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh aspek pendukung telah terpetakan dengan baik. Kami ingin memastikan bahwa ketika latihan dilaksanakan, seluruh unsur dapat bergerak secara efektif dan sesuai dengan skenario yang telah direncanakan," kata Mayor Kav Suprapto.
Ia juga menilai pelaksanaan latihan Kogabwilhan II ini, akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi situasi kebencanaan.
"Selain meningkatkan kesiapan operasional TNI, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh. Banyuwangi siap mendukung suksesnya pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Kogabwilhan II TA 2026," tegasnya.
Melalui peninjauan medan ini, Kogabwilhan II berharap seluruh kebutuhan teknis dan operasional dapat dipersiapkan secara matang sehingga pelaksanaan latihan tahun 2026 berjalan lancar, serta mampu meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan kondisi darurat di Indonesia. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Lapas Banyuwangi Tingkatkan Pembinaan Keagamaan Lewat Sholat Dhuha dan Doa Bersama
Next Article
Latbakjatri Semester I 2026, Prajurit Kodim 0825/Banyuwangi Asah Akurasi Tembak dan Kesiapan Tempur