Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Mbah Pon Penjual Gudeg Monivator Bagi Orang Orang

KOMENTAR 12494

Jogja||Bratapos.com - Mbah Pon seorang penjual gudeg di pojokan pasar Beringharjo Jogja, Penjual gudeg yang sangat luar biasa, ia Mempunyai 5 anak yang 2 kuliah di UGM, 2 lagi di ITB dan 1 di UI. Mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.

Beberapa Orang sangat takjub dengan sosok mbah pon, dan sangat antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon, Tetapi mbah pon sangat tidak merespon orang orang yang kepo dengan kehidupannya, bahkan jarang meresponnya.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Banyak orang orang mempertayakan soal cara mengatasi Biaya kuliah anak anak mbah pon bahkan sampai Peserta seminar ikut melontarkan beberapa pertayaan, tetapi jawaban mbah pon sangat tidak memuaskan.

"kiat mendidik anak bagaimana mbah?" tanya peserta seminar.

"Ya biasa saja, kalo nakal ya dinasehati." jawab mbah pon dengan biasa.

saat ditanya tentang soal pembayaran kuliah mbah juga hanya merespon biasa, 

"Pas waktunya bayar sekolah, ya dibayar." ungkap mbah pon.

Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang spesial dari mbah Pon.

Hingga seorang peserta bertanya, "Mbah Pon, apa tidak pernah punya masalah ?"

"Masalah itu apa to ? Masalah itu yang seperti apa ?" balik bertanya mbah pon.

Dengan seksama peserta seminar mencontohkan masalah, 

" itu loh mbah, misalkan pas sudah waktunya bayar sekolah, nggak ada uangnya."

Dengan tersenyum mbah Pon menjawab, "Oh itu toh, ya gampang saja, KALO PAS TIDAK ADA UANG, SAYA MINTA KE GUSTI ALLAH, lha ternyata besoknya ada yang mau mborong gudeg saya."

Jawaban mbah Pon menampar para peserta seminar yang notabene adalah orang - orang pintar dan terpelajar.

Mbah Pon tidak tahu apa itu masalah, sehingga tidak pernah menganggap hidupnya ada masalah, Bagaimana mungkin masalah datang dalam kehidupannya, bila hanya ALLAH yang hanya dijadikan sandaran ??

 

Kunci hidup yang dapat dipelajari adalah selalu bersyukur dan berserah diri kepada tuhan yang maha esa dan jadikan tuhan sebagai sandaran hidup.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Menjawab Tantangan Pelayanan Publik: Inovasi Inklusif dan Budaya Lokal Layanan Pertanahan di Kabupaten Bantul
Next Article
Kodam IV/Diponegoro siap berperan aktif Amankan Pilkada serentak 2024

Related to this topic:

Be the first to write a comment.