KOTA MADIUN || Bratapos.com - Kota Madiun mencatatkan sejarah baru dengan suksesnya penyelenggaraan Kota Madiun Martial Arts Championship 1, yang digelar pada 14 hingga 16 Februari 2025 di GOR Jl. Tirta Raya, Pojok, Nambangan Lor, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur. Kejuaraan pencak silat ini menjadi ajang terbesar yang pernah diselenggarakan di Madiun, setelah terakhir kali kota ini menjadi tuan rumah turnamen pencak silat pada 1990-an.
Berbeda dengan kejuaraan sebelumnya, kali ini turnamen tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, berbagai perguruan silat dari seluruh wilayah Indonesia bersatu dalam satu kompetisi. Kejuaraan ini berhasil menarik perhatian luar biasa dengan total 2.197 atlet yang terdaftar, terdiri dari 256 kontingen dan 2.080 atlet yang hadir per tanggal 13 Februari 2025. Dari jumlah tersebut, 1.554 peserta mengikuti pertandingan tanding, sementara 598 peserta lainnya terlibat dalam kompetisi seni pencak silat.
BACA JUGA :
Mental Juara! Sparta Pena FC Menang 5-3 atas PKDI Meski Bermain Minus Pemain
Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun, Ali Fauzi, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi langkah penting dalam menjadikan Madiun sebagai Kota Pendekar, yang tidak hanya dikenal sebagai tempat pengembangan seni bela diri, tetapi juga sebagai pusat industri pencak silat yang berpotensi besar di masa depan.
"Kejuaraan ini membuka peluang bagi bibit-bibit atlet muda untuk berkembang hingga jenjang profesional. Kami berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin untuk membuktikan bahwa pencak silat adalah olahraga yang tidak hanya memupuk prestasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari industri yang menguntungkan," ungkap Ali Fauzi, Senin (17/2/2025).
Senada dengan itu, Ketua Panitia, Satria Abadi Prawirasumantri, menilai bahwa turnamen ini memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga untuk perekonomian Kota Madiun.
"Industri pencak silat memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi menjadi sektor ekonomi baru. Kejuaraan ini turut memberikan efek ekonomi yang besar, mencakup berbagai sektor seperti event organizer, periklanan, transportasi, penginapan, kuliner, konveksi, serta peluang kerja bagi berbagai profesi mulai dari wasit, juri, atlet, hingga tenaga kerja pendukung seperti kuli panggul," jelas Satria.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun melibatkan ribuan atlet dan peserta dari berbagai daerah, turnamen ini berlangsung dengan penuh keharmonisan dan sportivitas.
Sementara itu, Penasehat Panitia, Oki Cesar Crisandy, menyatakan bahwa tidak ada konflik antar komunitas silat sepanjang turnamen berlangsung.
"Semua peserta, baik dari dalam maupun luar daerah, termasuk dari Jawa Tengah, saling bergandengan tangan dan menjunjung tinggi sportivitas. Ini membuktikan bahwa industri pencak silat dapat berkembang dengan cara yang lebih positif dan profesional," ujarnya.
Lebih lanjut, Oki juga mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Kota Madiun Martial Arts Championship 1 tak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Polri dan Pemerintah Kota Madiun.
Selain itu, selaku panitia ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara tersebut dengan sukses.
"Tanpa dukungan dari Polri dan Pemerintah Kota Madiun, acara ini tidak akan terlaksana dengan lancar. Kami berharap turnamen serupa dapat terus diadakan di masa depan untuk memperkuat eksistensi Madiun sebagai Kota Pendekar dan memajukan industri pencak silat di Indonesia," tandas Oki Cesar Crisandy.
Dengan suksesnya penyelenggaraan kejuaraan ini, diharapkan Kota Madiun dapat terus mempertahankan dan meningkatkan posisinya sebagai pusat pencak silat yang prestisius di Indonesia. Kejuaraan ini bukan hanya sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan fisik, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, semangat sportivitas, dan komitmen terhadap perkembangan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang terus hidup dan berkembang.
Kota Madiun kini semakin mantap dalam membangun ekosistem pencak silat yang tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga sebagai potensi industri yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian kota. [Jhon Mongaz]
Prev Article
Pembangunan peningkatan jalan Rabat Beton untuk Meningkatkan Aksesibilitas dengan Teknologi Modern
Next Article
Rokok Lokal Sebagai Penyelamat Petani Tembakau Sumenep, Ini Harapan Ketua Komunitas Petani Millenial Pasongsongan