Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Analisis Peluang Para Calon Kepala Daerah Lombok Timur Pada Pilkada Serentak 2024

KOMENTAR 1804

Lombok Timur,NTB | secara resmi pendaftaran calon kepala daerah kabupaten lombok timur secara resmi ditutup KPUD setempat.

Adapun pasangan yang secara resmi mendaftar adalah pertama Rumaksi - Sukisman yang diusung partai Nasdem, Demokrat dan Gelora dengan jumlah kursi 12. Kedua Pasangan Lutfi - Wahid yang diusung partai Perindo dan PKB jumlah kursi 8. Ketiga Pasangan Iron - Edwin yang diusung partai Gerindra, PAN, Golkar dan PPP dengan 20 kursi. Keempat Pasangan SJP - TGF diusung PKS dengan 5 kursi terakhir adalah Pasangan Tanwir - Palori yang diusung PDIP, PBB dan Partai Buruh dengan 4 kursi.

BACA JUGA : A Moment of Togetherness Ahead of Eid al-Adha 1447 H at Mr.ABBAS Senggigi's Residence

Kelima pasangan tersebut masing masing memiliki keunggulan tersendiri untuk dapat memenangkan kontestasi yang akan digelar pada 27 November mendatang.

Penulis mencoba menganalisa peluang kelima bakal calon tersebut dari beberapa faktor antara lain ;

Pertama, faktor mitos. sejak pemilihan langsung Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur hingga kini belum ada mantan wakil bupati yang terpilih menjadi bupati lombok timur, dua dari wakil bupati yang akan bertarung pada pilkada 2024 ini pernah mengalaminya. Akankah mitos ini terulang atau terpatahkan menarik kita tunggu pada hari Rabu 27 November 2024.

Jika mitos ini terulang maka dua pasangan yang akan bertarung saat ini, memiliki peluang yang cukup terbuka karena keduanya belum pernah menjadi wakil bupati dan merupakan pendatang baru yaitu pasangan SJP - TGF dan Tanwir - Palori. 

Selanjutnya mitos kedua adalah belum ada dari unsur ormas yang berhasil menjadi Bupati di lombok timur seperti yang terjadi pada pilkada sebelumnya. Saat itu pasangan Abd Wahab - Lale Yaqut yang didukung NW Anjani dan Lutfi - Najamudin yang didukung NW Pancor. Keduanya dikalahkan oleh Ali Bin Dahlan dan Sukiman Azmi. 

Jika asumsi ini benar, maka ada dua pasangan yang berpeluang menjadi pemenang yaitu pasangan Rumaksi - Sukisman dan Tanwir - Palori. Hal ini disebabkan karena kedua pasangan tersebut tidak bersentuhan langsung dengan ormas yang ada seperti NW, NWDI, Maraqitta'limat, NU, Muhamadiyah, As-sunah/Wahabi.

Kedua, faktor dukungan partai politik. Dilihat dari jumlah partai politik pendukung maka pasangan yang memiliki peluang paling besar adalah Iron - Edwin dengan 20 kursi atau 40% dari jumlah kursi yang ada dengan perkiraan perolehan suara sekitar 324.000 sesuai hasil pileg kemarin. Kemudian secara berurutan pasangan Rumaksi - Sukisman dengan jumlah kursi 12 atau 24%. Lutfi - Wahid dengan 8 kursi atau 16%. SJP - TGF dengan 5 kursi atau 10% dan Tanwir - Palori dengan 4 kursi atau 8%.

Ketiga, faktor dukungan ormas. Jika dilihat dari ormas yang secara langsung melekat pada diri bakal calon, Maka pasangan yang memiliki peluang paling besar adalah Lutfi - Wahid yang didukung oleh NWDI secara utuh karena sejalan dengan partai pengusung yaitu Perindo. Selanjutnya pasangan SJP - TGF yang didukung NW hanya saja dukungan ini berpeluang terbagi karena tidak sejalan dengan partai pengusung yaitu Gerindra. Peluang ketiga dari faktor ini adalah pasangan Iron - Edwin dengan asumsi jeruk manis bisa didapatkan dari pemilih PPP dan Gerindra yang sebagian besar berasal dari warga NW dan jamaah Maraqita'limat. Sementara ormas lainya seperti NU, Muhammadiyah, As-sunah belum secara tegas menyatakan dukungannya kepada salah satu pasangan.

Keempat faktor geografis, secara geografis pasangan yang memiliki peluang besar adalah Rumaksi - Sukisman karena keduanya representatif mewakili Utara - Selatan, dimana Rumaksi berasal dari kecamatan Pringgabaya berada di wilayah Utara dan Sukisman di kecamatan sakra wilayah selatan Lombok Timur dengan jumlah pemilih yang cukup besar. Sedangkan empat pasangan lainnya relatif berada di wilayah tengah Lombok Timur.

Empat faktor tersebut hanya merupakan asumsi penulis berdasarkan dinamika politik di Lombok Timur. Mungkin bisa dijadikan salah satu pertimbangan dari kelima pasangan untuk mengatur strategi dalam memenangkan pertarungan sebagai pemimpin Lombok Timur. 

Faktor terpenting adalah bagaimana setiap pasangan dapat menunjukkan ide dan gagasannya dalam membangun Lombok Timur yang lebih baik. Program kerja yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Kajian yang komprehensif tentang kebutuhan kebutuhan rakyat dan daerah sebelum menentukan arah kebijakan pembangunan

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Jambore PKK 2024, Sriatun Subandi Ajak Kader Wujudkan Sidoarjo Maju, Mandiri, dan Sejahtera
Next Article
Satreskrim Polres Lombok Timur Buru Terduga Pelaku Pembunuhan di Desa Kroya, Diduga Kabur Ke Malaysia

Related to this topic:

Be the first to write a comment.