Lombok-NTB || "17 Agustus Tahun 45 itulah Hari Kemerdekaan Kita". Itulah petikan bait pertama lagu 17 Agustus Hari Merdeka. Tepatnya 17 Agustus 2024 merupakan hari bersejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam cerita heroik, suka, dan duka mewarnai perjalanan sejarah bangsa.
Beragam cara dilakukan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Menghias jalan-jalan, kampung, perkantoran, dan lainnya dengan beragam kemeriahan. Berbagai perlombaan juga digelar. Ada balap karung, masukkan pensil ke dalam botol, makan kerupuk, tarik tambang, panjat pinang, catur, dan sebagainya.
BACA JUGA :
A Moment of Togetherness Ahead of Eid al-Adha 1447 H at Mr.ABBAS Senggigi's Residence
Setelah hari ini, tiga bulan ke depan rakyat Indonesia pun disuguhkan pesta demokrasi pemilu kepala daerah. Pesta rakyat itu terus berlanjut dan patut disyukuri. Tidak terkecuali para pemimpin bangsa termasuk calon pemimpin daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota.
Semua harus bersuka ria menyambut hari pencoblosan. Sementara ini ada empat nama pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang disebut akan bertarung. Ada pasanga Sitti Rohmi Djalilah - Musyafirin, pasangan Lalu MUhammad Iqbal - Indah Damayanti Putri, pasangan Zulkieflimansyah - Suhaili, dan pasangan Lalu Gita Aryadi - Sukisman Azmy.
Dari ke empat pasangan itu, tiga kandidat bakal calon Gubernur NTB berasal dari Pulau Lombok. Sementara satu orang yakni Zulkieflimansyah berasal dari Sumbawa. Terkait itu, dari semua pasangan bakal calon kepala daerah masing-masing mewakili basis masanya.
Sitti Rohmi Djalilah yang merupakan cucu pendiri organisasi Islam Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Almagfurullah Maulana Syeh TGH Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Rohmi disebut sebagai tokoh perempuan yang punya basis masa jelas. Punya ratusan ribu jama'ah, santri, dan alumni seluruh lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan NWDI. Wakil Gubernur NTB periode 2018 - 2023 ini tercatat punya pengalaman politik panjang dan pernah jadi Ketua DPRD Lombok Timur.
Begitu pula dengan pasangannya Musyafirin. Bupati Sumbawa Barat yang merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Dia merupakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Sumbawa Barat. Bicara NU, tentu terbayang bagaimana soliditas organisasi Islam ini.
Sementara Zulkieflimansyah merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lima tahun memimpin NTB sebagai gubernur juga memiliki basis masa militan yakni salah satunya kader PKS itu sendiri. Dia juga punya lembaga pendidikan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) .
Karir politik Bang Zul sapaan karibnya cukup luar biasa. Dia salah satu orang dari Sumbawa yang jadi anggota DPR RI mewakili daerah lain. Pernah juga tercatat jadi kandidat kuat calon Gubernur Banten bersama Marissa Haque.
Menuntut ilmu di Jakarta hingga luar negeri membuatnya punya banyak jejaring. Tidak heran jika dia selalu akrab dengan sederet tokoh-tokoh nasional.
Selain Bang Zul begitu dia karib disapa. Suhaili FT juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki basis masa Yatofa Bodak. Mantan Bupati Lombok Tengah ini tidak bisa dianggap enteng. Dia adalah politisi Golkar berpengalaman. Jam terbang politiknya cukup tinggi.
Selanjutnya ada nama Lalu Muhammad Iqbal. Mantan duta besar Turki ini juga tidak kalah tangguh. Dia juga punya kedekatan dengan sejumlah tokoh. Tidak heran jika Lalu Iqbal moncer di level nasional maupun Internasional.
Lalu Iqbal memang tercatat lama berkarir di luar daerah NTB. Tapi dia juga punya cerita dan pengalaman tersendiri sebagai putra Lombok. Namanya melambung tinggi salah satunya lantaran karirnya yang luar biasa.
Adapun pasangannya Indah Damayanti Putri juga bukan figur perempuan biasa. Usianya tergolong muda dibanding sederet bakal calon kepala daerah. Sama halnya dengan Sitti Rohmi, Bupati Bima ini disebut-sebut mewakili kaum perempuan.
Ketokohan Dinda sapaan karibnya cukup populer di kalangan masyarakat. Tidak salah jika Dinda disebut mewakili basis masa Dou Mbojo. Kiprahnya di dunia politik tidak lepas dari Partai Golkar. Meski memang selama ini dia lebih konsentrasi di Kabupaten Bima yang dipimpinnya.
Terakhir adalah Lalu Gita Ariadi. Birokrat ulang yang tercatat pernah menjadi Pj. Gubernur NTB ini gerakannya cukup mewarnai perpolitikan NTB jelang pemilihan 27 November 2024 mendatang. Sepak terjangnya akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Dengan begitu, Miq Gita juga punya daya tarik tersendiri dalam dunia politik.
Begitu juga pasangannya Sukiman Azmy yang tercatat dua kali memimpin Kabupaten Lombok Timur. Purnawirawan TNI ini tidak bisa dianggap enteng. Bukan saja punya rekam jejak cukup luar biasa di TNI.
Dua kali memenangkan pilkada Lombok Timur menunjukkan jika mantan Komandan Kodim ini punya basis masa besar di Lombok Timur. Dia juga disebut punya andil menghantarkan adiknya Sukisman Azmi mendidik kursi DPD RI. Ibarat kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Sukiman Azmy juga harus diperhitungkan.
Nah, jika masyarakat NTB yang didominasi orang Lombok menginginkan Gubernur yang berasal dari Lombok. Tinggal tentukan pilihan. Apakah itu tokoh perempuan Sitti Rohmi Djalilah, Lalu Muhammad Iqbal, atau Lalu Gita Ariadi. Tentu dengan berbagai pertimbangan. Atau mau memilih calon Gubernur yang berasa dari Sumbawa.
Kalian bebas memilih yang mana saja. Tapi tentu dengan berbagai pertimbangan. Intinya jangan salah pilih lah. Pilihlah calon pemimpin yang tepat dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Ada yang punya banyak jejaring level pusat hingga internasional. Tapi belum tentu semua itu berdampak signifikan bagi masyarakat NTB. Ya kecuali mungkin mempermudah kita memperoleh hutang disaat kepepet.
Jadilah pemilih yang MERDEKA.
Prev Article
Danrem 162/Wira Bhakti Pimpin Aksi Penanaman Terumbu Karang dan Parade Bendera Merah Putih di Pulau Moyo Untuk Rayakan Hari Kemerdekaan RI ke-79
Next Article
Apresiasi Atas Terbitnya "Jejak Sang Pelayan "Oleh Sulman Haris