Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Apresiasi Atas Terbitnya "Jejak Sang Pelayan "Oleh Sulman Haris

Mataram,NTB-bratapos.com || Dalam hari-hari kita yang terus bergerak cepat, di mana perubahan adalah satu-satunya kepastian, hadirnya buku JEJAK SANG PELAYAN adalah sebuah jeda yang membawa kita kembali kepada esensi dari pengabdian sejati. Buku ini bukan hanya sebuah catatan ringan, melainkan sebuah manifestasi dari semangat tulus yang berakar dalam hati seorang pendidik. Sulman Haris, dengan segala kesederhanaannya, telah menyusun sebuah narasi yang tidak hanya mencerahkan pikiran, tetapi juga menyentuh jiwa dan menyalakan api semangat di dalam diri kita.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, sering kali kita lupa bahwa setiap langkah kecil kita, setiap usaha yang mungkin tampak sepele, sesungguhnya adalah jejak-jejak yang membentuk masa depan. Buku ini mengingatkan kita bahwa dalam 100 hari pertama pengabdian, di sebuah tempat yang mungkin bagi sebagian orang adalah sekadar institusi pendidikan, sesungguhnya ada pengabdian yang tak ternilai harganya. Jejak-jejak itu, meski tak selalu terlihat, akan terus membekas, menciptakan dampak yang luas dalam perjalanan waktu.

BACA JUGA : Puluhan Perusahaan di Kaltim Tidak Becus Urus Lingkungan Hidup; Praktisi Hukum Robertus Antara,S.H Dorong Pemerintah Evaluasi Total.

Sebagai seorang pelayan dalam dunia pendidikan, Sulman Haris telah menorehkan cerita yang sarat dengan pesan harmoni. Harmoni antara idealisme dan realitas, antara mimpi dan tindakan nyata. Buku ini mengajak kita semua untuk merenung, betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat berinovasi dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajarkan kita bahwa pengabdian tidak selalu harus dalam bentuk yang besar dan megah, tetapi dalam setiap tindakan kecil yang dilandasi oleh ketulusan dan kesadaran.

Kaffah Business Coach melihat buku ini sebagai lebih dari sekadar buku; ia adalah peta jalan bagi para pendidik, pelayan masyarakat, dan setiap individu yang ingin memberikan yang terbaik dalam setiap peran yang mereka jalani. Di dalamnya, kita menemukan spirit kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga pada pengembangan karakter, pengabdian tanpa pamrih, dan penciptaan perubahan yang signifikan bagi generasi masa depan.

Sulman Haris telah menunjukkan kepada kita bahwa meski kita hanyalah seorang pelayan di antara banyak orang, kita memiliki kemampuan untuk menciptakan dampak yang luar biasa. Kaffa Business Coach dengan penuh penghormatan dan kebanggaan mengapresiasi karya ini, dan berharap agar setiap pembaca dapat menemukan inspirasi yang sama, serta tergerak untuk mengambil bagian dalam perubahan positif bagi bangsa dan negara.

Buku JEJAK SANG PELAYAN bukan hanya kisah 100 hari pengabdian; ia adalah sebuah panggilan bagi kita semua untuk melangkah dengan hati, untuk berani menjadi pelayan yang menginspirasi, dan untuk tidak pernah berhenti menorehkan jejak-jejak kebaikan dalam kehidupan ini. Semoga buku ini menjadi lentera bagi setiap insan yang membacanya, dan membawa kita pada harmoni yang lebih besar, baik dalam diri, komunitas, maupun bangsa.

Dengan ini, diharapkan pesan apresiasi tersebut dapat memberikan dampak emosional yang mendalam dan menyadarkan para pembaca akan pentingnya harmoni dalam pengabdian untuk perubahan yang lebih baik menuju Jannah.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Catatan "KEMERDEKAAN", Dan Menjadi Pemilih "MERDEKA"
Next Article
Kementrian PPPA Beri Apresiasi Terhadap Program TMMD 121 Kodim 1615/Lotim

Related to this topic:

Be the first to write a comment.