Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Arus ke ASDP Ketapang Kembali Lancar, Polresta Banyuwangi Terapkan Skema Buffer Zone untuk Kendaraan Berat

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kinerja taktis dan terukur jajaran Polresta Banyuwangi dalam mengurai kemacetan arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang mulai menunjukkan hasil konkret. Berdasarkan pantauan lapangan, arus kendaraan di jalur utama Situbondo–Banyuwangi kini berangsur normal, dengan pergerakan kendaraan pribadi dan roda dua terpantau lancar dan terkendali.

Pemulihan arus ini tidak lepas dari penerapan manajemen rekayasa lalu lintas berbasis segmentasi kendaraan. Meski kondisi sudah relatif kondusif, aparat kepolisian tetap mempertahankan pola pengendalian ketat, khususnya terhadap kendaraan bertonase besar yang berpotensi memicu bottleneck di akses pelabuhan.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Sebagai langkah mitigasi, kendaraan logistik dan angkutan berat diarahkan masuk ke buffer zone di kawasan Bulusan sebelum menuju pelabuhan. Skema ini bertujuan menyeimbangkan volume kendaraan dengan kapasitas layanan dermaga, sekaligus mencegah antrean panjang yang berimbas pada kemacetan di badan jalan nasional.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi pengaturan lalu lintas di lapangan yang dilakukan secara terpadu oleh seluruh personel.

“Arus menuju ASDP Ketapang saat ini sudah kembali lancar. Tantangan berikutnya adalah menjaga stabilitas ini. Kami mengatur ritme kendaraan besar melalui optimalisasi buffer zone Bulusan, agar tidak terjadi overcapacity di area pelabuhan,” ujar Kapolresta.

Ia menambahkan, pola pengendalian berbasis buffer zone terbukti efektif dalam mengurai kepadatan, karena mampu mengendalikan supply kendaraan yang masuk sesuai dengan daya tampung pelabuhan.

“Personel tetap kami siagakan di titik-titik krusial, termasuk kantong parkir dan lokasi penyekatan. Kami ingin memastikan para pengemudi, khususnya kendaraan besar, tetap mendapatkan pendampingan serta rasa aman. Sementara bagi pengguna jalan lain, kami imbau untuk tetap disiplin dan mengutamakan keselamatan,” lanjutnya.

Dengan penerapan strategi lalu lintas yang adaptif dan terintegrasi ini, jalur vital penghubung Jawa–Bali melalui Banyuwangi kini kembali berfungsi optimal. Kondisi ini tidak hanya memperlancar mobilitas pemudik, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi logistik lintas wilayah secara berkelanjutan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pelantikan Pengurus LP-KPK Komcab Tulungagung & Kediri Berlangsung Khidmat
Next Article
Menuju RAT 2026, Pengurus KOTASI Wisata & Transportasi Senggigi Perkuat Soliditas dan Kinerja

Related to this topic:

Be the first to write a comment.