Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Asjuni Iskandar,S.H., Membawa Semangat Pengabdian ke Pilkades Desa Bengkaung 2026

LOMBOK BARAT||bratapos.com — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten.Lombok Barat, pada Desember 2026 mulai menarik perhatian masyarakat. Salah satu nama yang ikut mengambil bagian dalam kontestasi tersebut adalah "Asjuni Iskandar, S.H., yang akrab disapa "Joni Gunung".

Berangkat dari pengalaman sebagai aktivis dan advokat, Asjuni memilih membawa pengalaman pengabdian sosial dan pendampingan masyarakat ke ruang pemerintahan desa. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang anak muda yang ingin mengambil peran lebih jauh dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat Desa Bengkaung hususnya.

BACA JUGA : H. Abd. Rahman: Sandik Adalah Rumah Bersama, Mari Jaga dan Bangun Bersama

Bagi Asjuni, maju dalam Pilkades bukan semata-mata persoalan pergantian kepemimpinan. Momentum tersebut, menurutnya, harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat gagasan, rekam pengabdian, kapasitas, serta arah pembangunan yang ditawarkan setiap calon.

Pengalaman di dunia aktivisme dan hukum menjadi bagian dari perjalanan Asjuni dalam memahami berbagai persoalan masyarakat. Ia juga tercatat pernah dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna Bina Remaja Desa Bengkaung, yang menjadi salah satu ruang keterlibatannya dalam kegiatan sosial dan kepemudaan.

Di tengah dinamika Pilkades, Asjuni membawa pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, kebersamaan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Bengkaung adalah rumah kita bersama. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan pemuda, penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, transparansi serta keterlibatan warga dalam menentukan arah pembangunan.

“Desa tidak dibangun oleh kepala desa seorang diri. Desa dibangun bersama masyarakat. Karena itu, setiap gagasan harus berangkat dari kebutuhan warga dan dikerjakan dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Pilkades Bengkaung menjadi bagian dari Pilkades Serentak Kabupaten Lombok Barat 2026. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjadwalkan pemungutan suara pada 9 Desember 2026, dengan Bengkaung termasuk desa yang mengikuti agenda tersebut.

Bagi Asjuni, apa pun hasil kontestasi nantinya, kepentingan masyarakat dan masa depan Bengkaung harus tetap menjadi perhatian bersama.

“Kontestasi ini hanya berlangsung sesaat, tetapi Bengkaung akan terus menjadi rumah kita. Karena itu, mari menjaga suasana tetap damai dan menjadikan Pilkades sebagai bagian dari proses membangun desa,” ujarnya.

Dengan latar belakang aktivisme, pengalaman sosial dan profesi hukum, perjalanan Asjuni dalam Pilkades Bengkaung 2026 kini menjadi bagian dari dinamika demokrasi desa yang akan menentukan arah kepemimpinan desa Bengkaung untuk kedepannya.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
H. Abd. Rahman: Sandik Adalah Rumah Bersama, Mari Jaga dan Bangun Bersama
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.