Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dikeroyok Hingga Tewas, Takbiran di Desa Undaan Tengah Menjadi Tragedi Pilu Bagi Keluarga Korban

KUDUS || Bratapos.com - Kegiatan takbir keliling di Desa Undaan Tengah Kecamatan Undaan Kudus berakhir dengan tragedi yang menelan korban (10/04/2024).

BACA JUGA : Pembinaan Wahidiyah DI Hongkong : Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA Bangkitkan Semangat Juang Pengamal

Seperti tahun-tahun sebelumnya, takbir keliling di beberapa Desa Kecamatan Undaan Kudus sangatlah meriah dan termasuk termahal di kabupaten Kudus.

Desa Kutuk adalah salah satu desa yang menjadi icon Kecamatan Undaan. Banyaknya masyarakat dari luar desa bahkan warga luar kota seperti Pati dan Demak banyak yang datang hanya ingin menyaksikan kemeriahan acara takbir Mursal di desa Kutuk.

Selain kembang api yang sangat meriah, desa Kutuk juga menghadirkan salon horeg, di mana dentuman suara salon tersebut bikin rumah seperti terkena gempa. Biaya anggaran yang di keluarkan juga tak main-main hingga milyaran.

Namun dalam kegiatan takbir keliling tersebut ada salah satu desa di Kecamatan Undaan yang berakhir sebagai tragedi, di mana acara tersebut menelan korban meninggal dunia.

Korban berinisial S (35) warga Undaan Tengah meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah loekmono Hadi RSUD Kudus. Korban dikeroyok dan dipukul dengan menggunakan benda tumpul sehingga kepala mengalami luka parah dan dada lebam-lebam.

Penyebab perkaranya masih dalam penyelidikan pihak berwajib, beserta beberapa pelaku yang di amankan oleh kepolisian. Namun dari beberapa keterangan saksi warga.

GK (28) dan I 32 dalam keterangan mengatakan, bermula ketika rombongan peserta yang ada korban meninggal tersebut saat itu genset nya mati kemudian berhenti sejenak guna mau di perbaiki, kemudian dari peserta lain melewatinya,

"Setelah peserta lain yang melewati ada peserta lain yang lewat sambil mengejek, tak terima atas ejekan tersebut terjadi bentrok antar peserta.
Yang akhirnya menelan korban jiwa," jelasnya.

Hingga saat ini proses investigasi penyebab pengeroyokan yang mendewasakan saudara S (35) masih didalami, tak mau ada serangan balik seluruh aparat dari jajaran Kepolisian dan TNI berjaga jaga hingga dini hari. (Nazar)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pemprov Jateng Berangkatkan 1.088 Warga dalam Program Mudik Gratis Kereta Api
Next Article
Dandim 0720/Rembang bersama Forkompinda Laksanakan Pemantauan Pos Pengamanan Lebaran 2024

Related to this topic:

Be the first to write a comment.