Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dua Bersaudara Banyuwangi Raih Juara dan Masuk Tiga Besar Nilai Tertinggi Dunia di CUMF 2026 Malaysia

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Banyuwangi di panggung internasional. Dua bersaudara asal Banyuwangi, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih prestasi gemilang dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang digelar di Johor, Malaysia, pada 22–24 Mei 2026.

Tak hanya berhasil meraih gelar juara pada kategori masing-masing, kakak beradik tersebut juga mencatatkan pencapaian luar biasa dengan masuk dalam jajaran peserta peraih nilai tertinggi dari seluruh cabang kompetisi yang dipertandingkan dalam festival musik internasional bergengsi tersebut.

BACA JUGA : Momen Kelulusan Berubah Viral Gara-Gara Ayah Terlalu Muda

CUMF 2026 merupakan babak final internasional yang mempertemukan para juara dan peserta terbaik dari berbagai negara. Untuk dapat tampil di Malaysia, seluruh peserta harus terlebih dahulu lolos seleksi nasional melalui Indonesia Winter Music Festival, sehingga kompetisi ini menjadi ajang adu kemampuan para musisi muda terbaik dari berbagai belahan dunia.

Dalam kompetisi tersebut, Cherie Callista Wangsa berhasil meraih gelar Champion Aged 19 and Above. Mahasiswi semester empat Universitas Surabaya (Ubaya) dan alumni SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi itu juga dinobatkan sebagai Best Highest Score 1st Place, atau peraih nilai tertinggi pertama dari seluruh peserta yang tampil.

Sementara itu, sang adik, Vivianne Vernetta Wangsa, siswi kelas VII SMPK Santo Yusup Banyuwangi dan alumni SDK Bhakti Rogojampi, berhasil meraih Champion 3rd Place Aged 13–15. Vivianne juga menyabet penghargaan Best Highest Score 3rd Place, yang menempatkannya sebagai peraih nilai tertinggi ketiga dari seluruh peserta lintas kategori.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa, karena kedua putri Banyuwangi itu berhasil menembus daftar tiga besar peraih nilai tertinggi dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara dengan beragam disiplin seni musik.

Konsistensi dan Kerja Keras Berbuah Prestasi Dunia

Keberhasilan Cherie dan Vivianne bukanlah capaian yang diraih secara instan. Putri pasangan Mindarto dan Jeanny Margareth itu telah menekuni dunia musik sejak usia dini dan secara konsisten mengasah kemampuan melalui berbagai kompetisi nasional maupun internasional.

Sebelumnya, pada tahun 2024, keduanya juga tampil dalam ajang Asia Championship di Bangkok, Thailand. Dalam kompetisi tersebut, Cherie dan Vivianne masing-masing berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Elite Gold/Champion dan Gold Medalist.

Rangkaian pengalaman bertanding di level internasional tersebut, menjadi modal berharga yang membentuk kualitas musikalitas sekaligus mental kompetitif mereka saat menghadapi persaingan ketat di CUMF 2026.

Cherie mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan penuh disiplin dan komitmen.

“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi pertama. Kompetisi ini diikuti peserta-peserta hebat dari berbagai negara, sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik di dunia musik,” ujar Cherie.

Ia menambahkan, setiap kompetisi internasional selalu memberikan pelajaran baru, baik dari sisi teknik maupun mentalitas.

“Saya belajar bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dibutuhkan konsistensi, latihan yang terarah, dan keberanian untuk terus mencoba meskipun menghadapi tantangan. Saya berharap, prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda Banyuwangi untuk berani bermimpi dan berkarya di tingkat dunia,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Vivianne Vernetta Wangsa. Meski masih duduk di bangku SMP, ia mampu menunjukkan performa yang membanggakan di tengah persaingan peserta dari berbagai negara.

“Saya senang sekali dan bangga bisa membawa nama Indonesia serta Banyuwangi di ajang internasional. Saat pengumuman pemenang, saya sempat gugup karena pesertanya sangat hebat. Puji Tuhan, hasilnya melebihi yang saya bayangkan,” kata Vivianne.

Vivianne mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kompetisi tersebut.

“Saya bertemu teman-teman dari berbagai negara dan belajar banyak dari penampilan mereka. Pengalaman ini membuat saya semakin semangat untuk berlatih dan terus meningkatkan kemampuan bermusik,” ujarnya.

Dukungan Keluarga dan Proses Panjang

Sang ibu, Jeanny Margareth, mengungkapkan bahwa keberhasilan kedua putrinya merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kedisiplinan, kerja keras, dan pengorbanan.

“Anak-anak sudah terbiasa menjalani latihan secara rutin. Banyak waktu bermain maupun liburan yang harus mereka korbankan demi persiapan lomba. Bahkan di tengah kesibukan sekolah dan kuliah, mereka tetap menjaga jadwal latihan secara konsisten,” ujarnya.

Menurut Jeanny, tantangan terbesar dalam kompetisi internasional bukan hanya saat tampil di atas panggung, tetapi bagaimana menjaga fokus dan kesiapan mental selama proses persiapan.

“Yang paling berat sebenarnya adalah perjalanan panjang sebelum tampil. Mereka harus belajar mengatasi rasa gugup, menjaga konsistensi latihan, dan bangkit setiap kali menghadapi kegagalan maupun hasil yang belum sesuai harapan,” katanya.

Bukan Sekadar Trofi, Tetapi Pembelajaran Hidup

Bagi keluarga, prestasi yang diraih Cherie dan Vivianne bukan semata-mata tentang gelar juara atau trofi kemenangan. Lebih dari itu, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata nilai-nilai kerja keras, disiplin, dan ketekunan yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun.

“Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Namun yang paling membanggakan adalah melihat mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, pekerja keras, dan tidak mudah menyerah. Juara hanyalah bonus dari proses panjang yang mereka jalani,” ungkap Jeanny.

Selain aktif mengikuti kompetisi, kedua musisi muda tersebut juga terus mengembangkan bakat dan kreativitas melalui platform digital. Cherie rutin membagikan karya dan penampilan musiknya melalui kanal YouTube Cherie Callista, sementara Vivianne aktif menampilkan berbagai penampilan musikal melalui kanal Vivianne Wang.

Bukti Talenta Banyuwangi Mampu Bersaing di Kancah Global

Prestasi Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa menjadi bukti, bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki kualitas dan daya saing yang mampu menembus panggung internasional. Keberhasilan mereka tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa nama Banyuwangi dan Indonesia semakin dikenal di dunia musik dunia.

Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa talenta-talenta muda dari daerah mampu lahir, berkembang, dan bersinar di tingkat global melalui kerja keras, dedikasi, serta semangat pantang menyerah. Prestasi yang diraih kedua bersaudara tersebut, diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang yang mereka tekuni. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Bupati Ipuk Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Fondasi Banyuwangi Maju dan Inklusif
Next Article
Diduga Lari dari Tanggung Jawab, Kades Purworejo Jiran Korbankan Warga Sipil

Related to this topic:

Be the first to write a comment.