Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Grand Final Kota Madiun Martial Arts Championship 2025: Pembinaan Atlet Muda dan Edukasi Turnamen Bela Diri

KOMENTAR 1041

KOTA MADIUN || Bratapos.com - Kota Madiun kembali mengukuhkan dirinya sebagai "Kota Pendekar" melalui penyelenggaraan Kota Madiun Martial Arts Championship 2025. 

Turnamen puncak ini menampilkan pertandingan dari kategori remaja hingga umum, mengakhiri rangkaian kompetisi yang telah berlangsung sebelumnya. 

BACA JUGA : Meriahkan Hari Bhayangkara, Polres Madiun Gelar Kompetisi Olahraga dan E-Sports

Meskipun peserta dari kategori umum diperbolehkan mengikuti, mereka harus melalui jalur prestasi terlebih dahulu, menegaskan bahwa turnamen ini bertujuan untuk mengembangkan atlet yang berkualitas.

Ajang tersebut, melibatkan peserta dengan rentang usia 5 hingga 30 tahun, menjadi sebuah langkah besar dalam pengembangan dunia silat di Indonesia. 

Oki Cesar Crisandy, penanggung jawab acara, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi semata, tetapi lebih sebagai sarana edukasi dan pembinaan bagi para atlet. 

"Ini adalah momen bersejarah bagi Kota Madiun. Sebagai kota dengan tagline ‘Madiun Kota Pendekar’, kami ingin memberikan wadah bagi atlet muda untuk berkembang dan menunjukkan kualitas mereka," ujar Oki, Minggu (16/2/2025).

Menurutnya, salah satu aspek menarik dari acara ini adalah seluruh penyelenggaraan dan biaya acara ditanggung oleh pihak swasta, tanpa melibatkan anggaran dari APBD atau APBN. 

"Ini menunjukkan kemandirian serta komitmen kuat komunitas bela diri dalam mendukung kemajuan dunia silat di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Satria Abadi Prawirasumantri, Ketua Panitia sekaligus Direktur CV Merdeka Jaya Abadi, mengungkapkan tantangan besar dalam menggelar turnamen ini. 

"Masih ada paradigma lama yang membatasi ruang bagi perkembangan silat, dengan adanya pro dan kontra di antara beberapa pihak. Namun, kami bertekad menjadikan turnamen ini sebagai ajang pemersatu komunitas silat, bukan tempat untuk perseteruan," tegasnya.

Satria juga menekankan bahwa medali dan sertifikat yang diberikan dalam turnamen ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi memiliki nilai lebih bagi para peserta. 

“Fokus kami adalah pada pembinaan dan edukasi dalam turnamen ini, bukan mencari keuntungan dari tiket masuk. Kami percaya bahwa ini adalah industri baru yang harus didukung oleh semua pihak demi kemajuan silat,” tambahnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, panitia berkomitmen untuk terus menyelenggarakan turnamen serupa di masa yang akan datang. 

"Kami berharap ajang ini dapat menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong perkembangan silat di Indonesia, khususnya di Kota Madiun," tandas Satria dengan penuh optimisme.

Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi yang tinggi, Kota Madiun Martial Arts Championship 2025 telah mencetak sejarah baru dalam dunia silat. Ajang ini tidak hanya memberikan ruang bagi atlet muda untuk berkembang, tetapi juga menunjukkan bahwa Kota Madiun terus berkomitmen menjadi pusat pergerakan silat di Indonesia. Nantikan agenda berikutnya! [jhon mongaz]

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Saat Bulan Ramadhan Pondok Pesantren Wasilatun Najah Legok Laksanakan Tarhib Ramadhan
Next Article
Pemkab Blitar Luncurkan Calendar of Events 2025 dan Tutup Global Youth Summit Asia Pasifik

Related to this topic:

Be the first to write a comment.