Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pekerjaan Saluran Irigasi P3A JOKOTOLE OMBEN Diduga Terindikasi Sarat Tindak Korupsi

Sampang | bratapos.com - Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) sebuah inisiatif pemerintah yang didanai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur irigasi melalui pendekatan padat karya tunai.

 

BACA JUGA : Darurat Asap, Bencana Karhutla LP-KPK Melawi Tuntut Penegakan Hukum serta Penanggulangan dan Respon Cepat Pemerintah.

Namun Hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang telah diarahkan untuk menjadikan manfaat serta mampu mendukung perairan untuk aspek pertanian dikalangan masyarakat manun justru adanya program P3TGAI dijadikan ajang memperkaya diri bagi sebagian kelompok yang irontasinya mencari keuntungan pribadi 

 

Salah satunya di kecamatan Omben Desa Omben, pekerjaan yang dilaksanakan oleh kelompok P3A JOKOTOLE OMBEN terlihat jelas adanya dugaan penyimpangan adanya indikasi untuk tindak pidana korupsi.

 

banyak kejanggalan saat media ini monitoring dilokasi, pemakaian pasir lokal /putih, tehnik pemasangan batu terkesan asal jadi,kwalitas meterial juga dipertanyakan, campuran semennya yang sudah mengering terlihat pucat layaknya kurang darah.

 

Pasalnya pekerjaan irigasi yang dikerjakan kelompok P3A JOKOTOLE OMBEN Ink Secara terang terangan melakukan indikasi penyimpangan, secara teknik adanya pendamping Hippa yang seharusnya menjadi pengawas tidak berguna bahkan justru diduga adanya kerja sama untuk dapatkan keuntungan dari uang negara yang digunakan 

 

Saat ditemui warga sekitar lokasi pekerjaan mengatakan,' Pelaksananya Badrus , saya gak tau proyek dari mana, silahkan tanyakan langsung sama PJ kadesnya ,ucapnya singkat.

 

Melalui keterangan dari warga media bratapos.com mencoba konfirmasi (Badrus) namun sampai berita ini dipublikasikan tidak ada respon dari pihaknya, terkesan menghindar dari awak media

 

Tidak responnya pihak yang bertanggung jawab saat dikonfirmasi sikap tersebut sering kali mengisyaratkan bahwa seseorang tidak bertanggung jawab atau memilih untuk mengabaikan komunikasi tanpa memberikan penolakan secara langsung.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kadus Rujak Praya Tegaskan RTLH Hanya 3 Unit, Bantah Pungutan dan Siap Tempuh Jalur Hukum
Next Article
Gerak jalan 45 KM Sukses dan Meriah di buka Cabjari karimun di tanjung batu di sertai ribuan penonton

Related to this topic:

Be the first to write a comment.