BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi yang digagas pemerintah pusat terus menunjukkan progres signifikan. Hingga awal Juni 2026, pembangunan kawasan pendidikan berstandar internasional tersebut telah mencapai sekitar 75-77 persen dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memastikan, proyek strategis nasional di sektor pendidikan tersebut berjalan sesuai rencana. Bahkan, dirinya telah meninjau langsung perkembangan pembangunan sekolah yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar tersebut.
BACA JUGA :
Pembukaan Operasianal IPR Di Tambang WPR Gunung Botak Di Buka Bupati Buru
"Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak," ujar Ipuk.
Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan konsep kawasan pendidikan modern yang mengintegrasikan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kompleks pendidikan terpadu.
Keberadaan sekolah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan standar fasilitas yang setara sekolah modern bertaraf internasional.
Selain ruang kelas yang representatif, Sekolah Rakyat Banyuwangi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang proses belajar mengajar dan pengembangan karakter siswa.
Fasilitas yang dibangun meliputi gedung SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai, asrama putra dan putri di setiap jenjang pendidikan, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur umum, serta kantin yang terpisah untuk setiap jenjang sekolah.
Tak hanya itu, kawasan pendidikan tersebut juga akan memiliki lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, greenhouse, rumah pompa, rumah genset, gudang perawatan, instalasi pengolahan limbah dapur, area parkir kendaraan, pos keamanan, hingga gerbang utama dan sistem penunjuk arah kawasan.
Dengan fasilitas yang lengkap tersebut, Sekolah Rakyat Banyuwangi diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan terpadu terbesar di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Manajemen Konstruksi proyek, Johansyah, menjelaskan bahwa seluruh tim saat ini fokus melakukan percepatan pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
"Hingga hari ini, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 77 persen. Bangunan asrama, gedung sekolah, dan fasilitas pendukung rata-rata sudah berada di kisaran 75 hingga 80 persen. Target kami bulan ini seluruh pekerjaan selesai," jelas Johansyah.
Ia menambahkan, total kapasitas ruang belajar yang disiapkan mencapai 38 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari 18 rombel SD, 9 rombel SMP, dan 9 rombel SMA. Dengan kapasitas tersebut, Sekolah Rakyat Banyuwangi diperkirakan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.
Sementara menunggu pembangunan kawasan utama selesai, kegiatan belajar Sekolah Rakyat Banyuwangi untuk sementara akan memanfaatkan dua lokasi, yakni Balai Diklat Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar.
Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Rakyat Banyuwangi tidak hanya menjadi simbol pemerataan pendidikan, tetapi juga menjadi model pendidikan modern yang mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak Banyuwangi, dan menjadi sarana pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas di masa depan," pungkas Ipuk. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Pastikan Tepat Sasaran, Kasdim 0825/Banyuwangi Kawal Penyaluran Bantuan Pangan Beras 2026
Next Article
PT Barata Indonesia Di Gresik, Berbagai Persoalan Hukum, Publik Soroti Tata Kelola BUMN