Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

“Save Banyuwangi, Damai Itu Indah”, Kapolresta Ajak Warga Rawat Persatuan dan Kerukunan

BANYUWANGI || Bratapos.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat persatuan masyarakat terus digaungkan Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samptama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri tasyakuran masyarakat di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Sabtu (30/8/2025) malam, yang dirangkaikan dengan diskusi kebangsaan bertema “Save Banyuwangi, Damai Itu Indah.”

Acara ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Forum Banyuwangi Bergerak (FBB), Sekolah Rakyat Nusantara, Karang Taruna Sumberberas, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga Kepala Desa Sumberberas. Mereka duduk lesehan, berdialog, dan berdoa bersama dalam suasana penuh keakraban.

BACA JUGA : Kios Milik Pemkab Ngawi Jadi Bancakan, Pedagang Ungkap Transaksi Tembus Puluhan Juta

Dalam sambutannya, Kapolresta menekankan pentingnya kedewasaan sosial dalam menyikapi dinamika daerah. Menurutnya, provokasi, isu menyesatkan, maupun perbedaan kepentingan bisa menjadi pemicu konflik horizontal bila tidak ditangani dengan bijak.

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan kedewasaan dalam menyikapi situasi. Jangan mudah terpancing emosi. Mari bersama-sama kita rawat Banyuwangi agar tetap aman dan damai,” ujar Kombes Pol Rama.

Ia menambahkan, Banyuwangi adalah rumah kita bersama yang harus dijaga dari segala bentuk provokasi.

“Mari kita jaga kerukunan dan kedamaian. Jangan sampai terpecah oleh isu yang menyesatkan. Dengan suasana damai, kita bisa membangun dan maju bersama,” tegasnya.

Suasana tasyakuran berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar Banyuwangi senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Diskusi yang digelar pun menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan pandangan sekaligus memperkuat komunikasi dengan aparat.

Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran Kapolresta yang turun langsung ke tengah warga.

“Langkah seperti ini sangat penting. Kehadiran Kapolresta memberi rasa aman sekaligus mempererat persaudaraan. Beliau tidak hanya memberi arahan, tetapi juga mau mendengar aspirasi warga. Ini membangkitkan semangat kami untuk menjaga kerukunan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.

Kepala Desa Sumberberas, Imam Gozali, turut menegaskan bahwa forum tasyakuran dan diskusi kebangsaan ini merupakan momentum strategis dalam menjaga serta merawat kedamaian.

“Kebersamaan ini harus terus dirawat. Pemerintah desa siap bersinergi dengan aparat dan tokoh masyarakat agar Muncar khususnya, dan Banyuwangi umumnya, selalu kondusif. Kalau masyarakat rukun, pembangunan pun berjalan baik,” ujar Gozali.

Acara ditutup dengan doa bersama dan seruan kolektif agar seluruh elemen masyarakat terus bergandengan tangan menjaga persatuan.

“Kedamaian adalah modal kita. Mari bersama-sama menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan harmonis,” pungkas Kapolresta.

Momentum “Save Banyuwangi, Damai Itu Indah” menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga buah dari kebersamaan warga. Pesan moral yang lahir dari forum tersebut jelas: kedamaian adalah tanggung jawab kolektif yang harus dirawat dengan semangat gotong royong, persaudaraan, dan kedewasaan sosial demi menjaga Banyuwangi tetap harmonis dan kondusif. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Wabup Banyuwangi Dorong Sertifikasi Jurnalis, Media Profesional Pilar Pembangunan Daerah
Next Article
Utamakan Keuntungan Proyek P3TGAI Desa Kara Terlihat Asal Jadi, Sekretaris Salahkan Pers Saat Pengambilan Dokumentasi.

Related to this topic:

Be the first to write a comment.