BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Puncak Malam Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) PC-1325 Banyuwangi berlangsung penuh kehangatan dan sarat makna. Mengusung tema nasional “Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi”, rangkaian peringatan digelar di Aula Outdoor Join Selangkung Makodim 0825/Banyuwangi, Sabtu (12/9/2026) malam.
Suasana semakin semarak ketika prosesi pemotongan tumpeng diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” yang dipopulerkan Band Jamrud. Momen tersebut bukan sekadar seremoni perayaan ulang tahun organisasi, tetapi menjadi simbol kesinambungan pengabdian, penghormatan kepada para senior, sekaligus regenerasi di tubuh GM FKPPI Banyuwangi.
BACA JUGA :
DPW LDII Provinsi Jatim Gelar Cek Kesehatan di Kantor DPD LDII Gresik Serentak
Prosesi dipandu langsung Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H. Hadir dalam momen tersebut jajaran pembina dari unsur TNI, yakni Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., unsur Polri melalui Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., serta unsur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Wakil Bupati Ir. H. Mujiono, M.Si.
Momen pertama menjadi penghormatan khusus kepada anggota senior GM FKPPI Banyuwangi. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Rahayu Wahyudiati, atau yang akrab disapa Bunda Yayuk, anggota GM FKPPI Banyuwangi yang disebut sebagai anggota tertua.
Di usia 74 tahun, Bunda Yayuk masih aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia juga dipercaya sebagai Ketua organisasi sayap GM FKPPI Korps Laksamana Malahayati (KLM) sekaligus Ketua Panitia Lomba Pop Singer.

Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi KH. Ir. Achmad Wahyudi menyampaikan apresiasi terhadap semangat Bunda Yayuk yang tetap aktif dan energik dalam menjalankan kegiatan organisasi.
“Bunda Yayuk ini, walaupun usia sudah 74 tahun tapi larinya cepat,” ujarnya disambut suasana hangat para peserta tasyakuran.
Menurutnya, kehadiran anggota senior seperti Bunda Yayuk menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi. Usia bukan menjadi penghalang untuk tetap berkontribusi dan memberikan energi bagi generasi berikutnya.
Selanjutnya, pemotongan tumpeng kedua dilakukan oleh Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya dan diserahkan kepada Dinda, anggota GM FKPPI Banyuwangi termuda dari Rayon Kalibaru sekaligus menjadi simbol regenerasi.
Momen tersebut memperlihatkan, bagaimana GM FKPPI Banyuwangi menempatkan senioritas dan regenerasi sebagai dua sisi yang tidak terpisahkan. Para senior menjadi sumber pengalaman dan keteladanan, sementara generasi muda menjadi energi baru untuk melanjutkan perjalanan organisasi.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng ketiga oleh Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Potongan tersebut diserahkan kepada Dr. H. Ahmad Masduki Suud, M.M., salah satu sesepuh Banyuwangi yang juga merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi sekaligus Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi.
Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi menilai, Ahmad Masduki Suud memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat Banyuwangi. Ia juga menyebut beliau sebagai salah satu tokoh yang pernah masuk dalam bursa pemilihan Bupati Banyuwangi.
“Beliau ini adalah sosok yang punya sejarah di Banyuwangi. Dulu beliau juga pernah masuk dalam bursa pemilihan Bupati Banyuwangi. Karena itu, kehadiran beliau di tengah-tengah kita malam ini menjadi sebuah kehormatan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan penghormatan kepada Ahmad Masduki Suud yang disebutnya sebagai senior sekaligus sesama mantan Sekda Banyuwangi.
“Beliau ini sama-sama mantan Sekda Banyuwangi. Beliau senior saya,” kata Mujiono.

Ungkapan tersebut menggambarkan kuatnya ikatan senioritas dan penghormatan antar generasi yang turut mewarnai malam tasyakuran HUT ke-48 GM FKPPI Banyuwangi.
Prosesi potong tumpeng pada malam tasyakuran tersebut tidak sekadar menjadi simbol perayaan ulang tahun. Di dalamnya terdapat tiga pesan penting: penghormatan kepada senior, regenerasi kepada generasi muda, serta penghargaan terhadap para tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi Banyuwangi.
Bagi GM FKPPI, bertambahnya usia bukan sekadar angka. Empat puluh delapan tahun perjalanan menjadi pengingat bahwa organisasi yang lahir dari keluarga besar TNI-Polri memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta menanamkan nilai disiplin, patriotisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Malam tasyakuran HUT ke-48 GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi ditutup dalam suasana penuh keakraban. Potongan tumpeng menjadi simbol syukur sekaligus penanda bahwa estafet pengabdian akan terus berjalan dari para senior, kepada generasi hari ini, dan selanjutnya kepada generasi penerus. (rag/bp-bwi)
Prev Article
DPW LDII Provinsi Jatim Gelar Cek Kesehatan di Kantor DPD LDII Gresik Serentak