BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Saat sebagian besar masyarakat mulai beristirahat, sebagian petugas pengairan justru masih berada di lapangan. Mereka memastikan aliran air tetap terkendali dan tersalurkan sesuai kebutuhan.
Di balik pintu-pintu air yang menjadi bagian penting dari jaringan irigasi, ada pekerjaan yang mungkin jarang terlihat. Membuka atau menutup pintu air bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab agar distribusi air tetap berjalan dengan baik.
BACA JUGA :
Potong Tumpeng Warnai Puncak Tasyakuran HUT ke-48 GM FKPPI Banyuwangi, Simbol Pengabdian untuk Ibu Pertiwi
Tugas tersebut dijalankan para petugas Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Genteng, unit pelaksana lapangan wilayah dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi.
Pada Senin (7/9/2026) malam, ketika aktivitas masyarakat mulai sepi, para petugas tetap turun ke lapangan. Mereka melakukan pengaturan pintu air dengan cermat, menyesuaikan kondisi aliran dan kebutuhan air di wilayah layanan irigasi.
Bagi petugas pengairan, pekerjaan tidak selalu mengenal batas waktu. Kondisi debit air, kebutuhan irigasi, hingga situasi di lapangan menjadi pertimbangan yang harus diperhatikan agar pengaturan dapat dilakukan secara tepat.
Kepala Korsda Genteng mengatakan, setiap pengaturan pintu air memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana.
“Di balik satu pintu air yang dibuka atau ditutup, ada tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan aliran air,” ujarnya.
Dari luar, pekerjaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di lapangan, setiap keputusan harus dilakukan dengan perhitungan. Air harus dialirkan sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, sekaligus tetap mampu memenuhi kebutuhan wilayah lain yang bergantung pada jaringan irigasi.
Di situlah peran petugas pengairan menjadi penting. Mereka tidak hanya menjaga infrastruktur tetap berfungsi, tetapi juga ikut memastikan distribusi air dapat berjalan secara teratur untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E., menyebut dedikasi petugas Korsda Genteng menjadi gambaran bahwa pelayanan publik tidak selalu berlangsung di balik meja kantor.
Menurutnya, sebagian pelayanan justru dilakukan jauh dari sorotan, termasuk ketika malam hari dan sebagian besar masyarakat telah terlelap.
“Mereka bekerja ketika sebagian masyarakat sudah terlelap, memastikan kebutuhan air tetap terjaga dan sistem pengairan terus berjalan,” kata Cahyanto.
Bagi masyarakat, aliran air yang sampai ke saluran irigasi mungkin terlihat sebagai sesuatu yang biasa. Namun di balik lancarnya aliran tersebut, terdapat proses pengaturan dan pemantauan yang dilakukan secara rutin oleh para petugas di lapangan.
Mereka bekerja dalam senyap, memastikan pintu-pintu air berada pada posisi yang tepat dan jaringan irigasi tetap mampu menjalankan fungsinya. Dedikasi itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sistem pengairan, sekaligus mendukung produktivitas pertanian di Banyuwangi.
“Menjaga pintu air bukan hanya soal membuka dan menutup. Lebih dari itu, ada amanah untuk memastikan setiap aliran air memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Melalui pengaturan pintu air yang dilakukan secara rutin, terukur, dan menyesuaikan kondisi lapangan, Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi terus berupaya menjaga kelancaran distribusi air serta memastikan infrastruktur pengairan dapat berfungsi optimal.
Sebuah pekerjaan yang mungkin tidak banyak terlihat, tetapi manfaatnya dirasakan setiap hari oleh masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada ketersediaan air. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Forum LSM Ponorogo Soroti Akses Masuk Lantai 8 Pemkab Yang Diperketat, Begini Tanggapan Kabag Umum
Next Article
Pembangunan Jembatan Bahrul Ulum: Sudah Di-SCM dan Ditegur Berkali-kali,