Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bersihkan Sampah di Dam Marem Sukonatar, PU Pengairan Banyuwangi Pastikan Irigasi Tetap Lancar

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Menjaga kelancaran aliran air dan keberlangsungan jaringan irigasi menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya dilakukan melalui pembersihan sampah yang menyangkut di pintu Dam Marem, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan jajaran Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Srono sebagai bagian dari pemeliharaan infrastruktur pengairan, sekaligus upaya menjaga fungsi jaringan irigasi yang menopang kebutuhan air sektor pertanian.

BACA JUGA : Potong Tumpeng Warnai Puncak Tasyakuran HUT ke-48 GM FKPPI Banyuwangi, Simbol Pengabdian untuk Ibu Pertiwi

Sampah yang tersangkut dan menumpuk di pintu dam, berpotensi menghambat debit serta kelancaran aliran air. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas saluran, mengganggu distribusi air irigasi, bahkan dalam kondisi tertentu berpotensi memberikan tekanan terhadap bangunan pengairan.

Karena itu, pembersihan dilakukan bukan sekadar untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah preventif agar sistem pengairan tetap berfungsi secara optimal.

Kepala Korsda Srono mengatakan, pemeliharaan jaringan pengairan membutuhkan pengawasan secara berkala, terutama pada titik-titik yang rawan menjadi tempat penumpukan sampah.

“Pembersihan sampah di pintu Dam Marem ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga kelancaran aliran air dan memastikan jaringan irigasi tetap berfungsi dengan baik. Infrastruktur pengairan harus dirawat secara rutin, agar manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah di saluran air tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas pengairan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran irigasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sistem pengairan.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan saluran irigasi. Ketika saluran bersih, aliran air menjadi lebih lancar, risiko gangguan pengairan dapat ditekan, dan lingkungan juga menjadi lebih sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E., menegaskan bahwa pemeliharaan jaringan pengairan merupakan bagian penting dari tugas pelayanan publik, terutama dalam mendukung kebutuhan air untuk pertanian.

Menurutnya, keberadaan Korsda di lapangan memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak dalam melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan pengairan dan infrastruktur sumber daya air.

“Korsda memiliki peran penting dalam memastikan jaringan pengairan tetap berfungsi optimal. Pengawasan di lapangan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menangani berbagai gangguan seperti sampah yang dapat menghambat aliran air,” kata Cahyanto.

Ia menambahkan, pemeliharaan tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan. Pemantauan kondisi saluran, pintu air, bangunan dam, maupun sungai harus menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan di kemudian hari.

“Kami terus mendorong jajaran pengairan untuk responsif terhadap kondisi di lapangan. Perawatan dan normalisasi jaringan pengairan harus dilakukan secara terukur, agar distribusi air untuk pertanian tetap terjaga dan infrastruktur pengairan dapat berfungsi dalam jangka panjang,” ujarnya.

Secara umum, Korsda memiliki sejumlah tugas penting, di antaranya mengontrol kelancaran distribusi air irigasi untuk kebutuhan pertanian, mengawasi perbaikan maupun normalisasi saluran air dan sungai, serta melakukan pengamatan lapangan terhadap kondisi aset dan infrastruktur pengairan.

Pembersihan sampah di Dam Marem menjadi salah satu bentuk konkret dari tugas tersebut. Penanganan dilakukan sebelum tumpukan sampah berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi kelancaran aliran air.

"Selain memperlancar aliran, pembersihan juga dapat mengurangi potensi genangan maupun risiko banjir akibat tersumbatnya jalur air. Di sisi lain, jaringan irigasi yang terjaga akan membantu memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap berjalan sesuai kebutuhan," pungkasnya.

Bagi Banyuwangi yang memiliki sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi baik memiliki arti strategis. Infrastruktur pengairan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan.

Karena itu, menjaga kebersihan saluran air menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah melalui Dinas PU Pengairan memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan dan pengawasan, sementara masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun jaringan irigasi.

Dengan kolaborasi tersebut, fungsi Dam Marem dan jaringan pengairan di wilayah Srono diharapkan tetap optimal dalam mendukung kebutuhan masyarakat serta sektor pertanian di Banyuwangi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pawai Endhog-Endhogan Maulid Nabi di Banyuwangi Meriah, Ribuan Telur Jadi Simbol Berbagi
Next Article
Forum LSM Ponorogo Soroti Akses Masuk Lantai 8 Pemkab Yang Diperketat, Begini Tanggapan Kabag Umum

Related to this topic:

Be the first to write a comment.