Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Abah Sanusi Letak Batu Pertama SPPG Turen #006, Target 90 Persen Warga Malang Terlayani MBG

Malang || Bratapos.com – Angin pagi Turen terasa berbeda, Jumat (15/5). Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M yang akrab disapa Abah Sanusi turun langsung meletakkan batu pertama pembangunan SPPG Turen #006 Talangsuko. Gedung dapur gizi itu dibangun Yayasan Peduli Berkah Nusantara di Jalan Raya Talangsuko, Desa Talangsuko, Kecamatan Turen.

Kehadiran Abah Sanusi jadi penegasan bahwa program Makan Bergizi Gratis [MBG] Presiden Prabowo di Kabupaten Malang tidak berhenti di wacana. Di lapangan, dapur-dapur gizi terus bertambah.

BACA JUGA : Gugatan Pembatalan Akta Hibah Warga Majangtengah Lawan Lilik Sudah Mencapai Sidang Pemeriksaan Setempat

“Syukur alhamdulillah, pagi ini kita hadir dalam rangka peletakan batu pertama SPPG yang dibangun oleh Yayasan Peduli Berkah Nusantara,” ucap Abah Sanusi di hadapan tamu undangan.

Tampak hadir Irjen Pol Iman Prijantoro selaku Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas MBG Polri, Wakapolres Malang, Ketua Yayasan Peduli Berkah Nusantara, Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Malang, sejumlah Kepala OPD Pemkab Malang, Ketua HIPMI Kabupaten Malang, dan Forkopimcam Turen.

Dalam sambutannya, Abah Sanusi menyebut SPPG Turen #006 adalah unit ke-223 dari total 274 SPPG yang ditargetkan berdiri di Kabupaten Malang. 

“Ini merupakan SPPG yang ke 223 dari total 274 SPPG di Kabupaten Malang, dengan melayani 507 ribu sekian penerima manfaat, sudah hampir 90 persen,” tegasnya.

Angka itu menunjukkan progres besar. Dari balita, anak sekolah SD hingga SMA, ibu menyusui, sampai lansia, semuanya masuk dalam daftar penerima manfaat MBG. 

Abah Sanusi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus mendukung program Presiden Prabowo. Menurutnya, dukungan itu jadi kunci agar target cakupan 100 persen bisa dikejar tahun ini.

Lebih dari sekadar menambah jumlah dapur, Abah Sanusi menekankan pentingnya kualitas. Ia berpesan kepada seluruh pimpinan SPPG di Kabupaten Malang agar menjalankan Standar Operasional Prosedur pemenuhan gizi dengan ketat.

“SPPG yang dalam binaan Polri untuk saat ini hanya ada tiga di wilayah Kabupaten Malang, untuk sementara ini ketiga SPPG tersebut memiliki laporan yang terbaik,” katanya.

Bahkan, SPPG terbaik se-Indonesia saat ini berada di Kecamatan Pakis. Keunggulannya bukan sekadar menu, tapi transparansi dan keterlibatan penerima manfaat.

“Setiap hari menu yang akan disajikan ditampilkan di video. Petugas SPPG lebih dahulu mengkonsumsi atau mencoba lebih dahulu. Menu yang telah divideo juga dishare ke grup penerima. Penerima manfaat bisa request menu semisal ada anak didiknya tidak cocok dengan menu sudah disiapkan,” jelas Abah Sanusi.

Sistem itu membuat menu tidak jatuh dari atas. Ada ruang dialog antara dapur dan penerima manfaat. Harapannya, makanan yang disajikan benar-benar dimakan, bukan dibuang karena tidak cocok.

Abah Sanusi berharap Yayasan Peduli Berkah Nusantara yang membangun SPPG Turen #006 bisa menjadi contoh bagi SPPG lain di Malang.

“Untuk Yayasan peduli berkah Nusantara nanti ke depan juga bisa menjadi SPPG percontohan bagi SPPG yang lainnya. Sehingga, SPPG ini kelak mampu mewujudkan tujuan dari apa yang menjadi program Presiden Prabowo tanpa ada kendala, dengan mampu menghadirkan asupan makanan bergizi bagi penerima manfaat,” pungkasnya.

Jika SPPG Turen #006 berjalan sesuai standar, bukan tidak mungkin Turen akan menyusul Pakis sebagai dapur gizi rujukan nasional.

Program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini strategi besar untuk memotong rantai stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, dan menjaga gizi ibu menyusui serta lansia. 

Dengan 223 SPPG aktif dan 507 ribu penerima manfaat, Kabupaten Malang kini menjadi salah satu daerah dengan progres MBG tercepat di Jawa Timur. 

Peletakan batu pertama di Turen ini bukan akhir, tapi tanda bahwa gerak MBG di Malang masih terus jalan. Bratapos akan terus mengawal, karena dapur yang baik adalah dapur yang jujur pada standar, jujur pada anak-anak, dan jujur pada tujuan program itu sendiri. (Heri/Zen)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Limbah Medis di Bumiayu: Wahyu Hidayat Turun Gunung, Pelaku Diminta Diproses Hukum Tanpa Ampun
Next Article
Diskusi Sederhana, Gagasan Besar dari Yayasan Sapta Pesona Lombok, Matangkan Pusat Kegiatan Wisata

Related to this topic:

Be the first to write a comment.