Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Atraksi Jaranan Senja di Agro Wisata Tamansuruh Banyuwangi Jadi Ikon Baru Wisata Budaya

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), kesenian tradisional Jaranan kini dikemas lebih modern dan profesional melalui program Jaranan Senja di Agro Wisata Tamansuruh (AWT), sebuah inovasi yang berhasil mengangkat seni rakyat menjadi atraksi wisata budaya berkelas.

Gelaran yang berlangsung di Agro Wisata Tamansuruh, Selasa (2/6/2026), menyuguhkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan. Di tengah panorama perbukitan hijau dan semburat cahaya matahari yang mulai tenggelam, pertunjukan Jaranan tampil memukau dengan dukungan tata panggung artistik, pencahayaan modern, serta iringan gamelan yang menggugah suasana.

BACA JUGA : Dikenal Eksotisme Alamnya, Komunitas Overland Indonesia Jelajahi Destinasi Wisata Banyuwangi

Inovasi ini menjadi langkah strategis Banyuwangi, dalam memperkuat posisi sebagai daerah yang sukses memadukan pelestarian budaya dengan pengembangan industri pariwisata.

Selama bertahun-tahun, Jaranan dikenal sebagai kesenian rakyat yang identik dengan pertunjukan di lapangan terbuka maupun lingkungan pedesaan. Tidak jarang kesenian ini mendapat stigma negatif, dan dianggap kurang memiliki nilai jual sebagai produk wisata.

Namun melalui konsep Jaranan Senja, persepsi tersebut perlahan berubah. Disbudpar Banyuwangi berhasil menghadirkan wajah baru Jaranan yang lebih elegan, tertata, dan ramah wisatawan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang menjadi identitasnya. Pertunjukan tersebut membuktikan, bahwa seni budaya lokal dapat tampil modern dan kompetitif apabila dikelola dengan pendekatan kreatif serta didukung manajemen pertunjukan yang profesional.

Pemilihan Agro Wisata Tamansuruh sebagai lokasi pertunjukan, menjadi bagian dari strategi besar pengembangan destinasi wisata terpadu milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Selain menawarkan panorama alam pegunungan yang eksotis, kawasan ini juga menyediakan berbagai aktivitas wisata seperti berkuda, wahana ATV, wisata edukasi, kuliner lokal, hingga pertunjukan seni budaya.

Perpaduan antara keindahan alam dan atraksi budaya, menjadikan Agro Wisata Tamansuruh memiliki daya saing yang kuat dalam menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsep tersebut sekaligus memperkuat tren pariwisata berbasis pengalaman (experience tourism), dimana wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga merasakan langsung kekayaan budaya daerah.

Atmosfer pertunjukan semakin hidup, ketika kelompok seni Jaranan Bhagaskara memasuki arena. Dentuman gamelan yang berpadu dengan koreografi para penari, berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung yang memadati kawasan AWT.

Tepuk tangan dan sorak apresiasi terus mengiringi setiap atraksi yang ditampilkan. Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel untuk dibagikan ke media sosial. Fenomena ini menunjukkan, bahwa seni tradisional memiliki potensi besar menjadi konten wisata yang diminati generasi muda ketika disajikan dengan kemasan yang relevan dan menarik.

Salah satu penari, Panji, mengaku bangga melihat Jaranan mendapatkan panggung yang lebih terhormat dan diapresiasi luas oleh masyarakat.

"Selama ini Jaranan sering dipandang sebelah mata. Melalui pertunjukan seperti ini, masyarakat bisa melihat bahwa Jaranan adalah warisan budaya yang indah, bernilai, dan layak dibanggakan," ujarnya.

Antusiasme juga datang dari para wisatawan yang hadir. Vidya, pengunjung asal Kecamatan Srono, mengaku mendapatkan pengalaman baru saat menyaksikan Jaranan di tengah suasana senja dan panorama alam Tamansuruh.

"Biasanya saya melihat Jaranan di lapangan atau pinggir jalan. Di sini suasananya berbeda. Panggungnya bagus, lampunya indah, latarnya perbukitan, dan pengunjung bisa berinteraksi dengan para penari. Ini sangat berkesan dan bisa menjadi daya tarik wisata Banyuwangi," ungkapnya.

Menurutnya, konsep tersebut mampu memberikan alasan tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi, tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyaksikan kekayaan budaya yang dikemas secara menarik.

Keberhasilan Jaranan Senja tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku seni, UMKM, pelaku kuliner, serta masyarakat sekitar destinasi wisata. Model pengembangan seperti ini dinilai mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, dimana budaya menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Melihat tingginya animo masyarakat, Disbudpar Banyuwangi berencana menjadikan Jaranan Senja di Agro Wisata Tamansuruh sebagai agenda rutin setiap awal bulan. Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu kalender wisata unggulan Banyuwangi, yang dapat menarik kunjungan wisatawan secara konsisten sepanjang tahun.

Transformasi Jaranan Senja menjadi bukti bahwa tradisi tidak harus tertinggal oleh perkembangan zaman. Dengan sentuhan inovasi, kreativitas, dan strategi promosi yang tepat, seni budaya lokal mampu berkembang menjadi atraksi wisata unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.

Banyuwangi kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang berhasil mengintegrasikan pelestarian budaya, pengembangan destinasi wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu konsep yang saling menguatkan. Dari panggung senja di Agro Wisata Tamansuruh, Jaranan tidak lagi sekadar menjadi warisan masa lalu, melainkan simbol kebangkitan budaya yang siap bersaing di panggung pariwisata modern. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Hadapi Era Aging Population, Banyuwangi Perkuat Kebijakan Ramah Lansia Melalui Rembug Lansia 2026
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.