Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bupati Ipuk Raih Dua Penghargaan Pendidikan dari Mendikdasmen, Banyuwangi Dinilai Sukses Cetak SDM Unggul

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berkat berbagai program inovatif di sektor pendidikan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima dua penghargaan bergengsi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin (25/5/2026) malam. Dua apresiasi yang diterima Banyuwangi yakni penghargaan atas Komitmen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat, serta penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validitas Terbaik).

BACA JUGA : Puluhan Perusahaan di Kaltim Tidak Becus Urus Lingkungan Hidup; Praktisi Hukum Robertus Antara,S.H Dorong Pemerintah Evaluasi Total.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Banyuwangi dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter, kreativitas, dan validitas data pendidikan.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, bahwa pemerintah pusat terus memperkuat pembangunan cultural infrastructure atau infrastruktur budaya pendidikan guna menciptakan generasi unggul dan berkarakter.

“Kami memberikan ruang aktualisasi yang sangat besar bagi anak-anak kita, untuk tampil dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, program penguatan pendidikan karakter dilakukan melalui tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan pendidikan usia dini, hingga implementasi wajib belajar 13 tahun mulai TK sampai SLTA.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyebut penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja keras seluruh elemen pendidikan di Banyuwangi, mulai tenaga pendidik, siswa, hingga masyarakat.

“Ini adalah pengakuan atas prestasi dan kreativitas anak-anak Banyuwangi yang luar biasa. Selamat untuk seluruh pelajar Banyuwangi yang terus mengharumkan nama daerah,” kata Ipuk.

Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi selama ini konsisten menghadirkan program pendidikan inovatif yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk siswa di daerah pelosok.

Salah satu program unggulan tersebut adalah Smart Gasing, hasil kolaborasi dengan Yohanes Surya. Program ini dirancang untuk menghadirkan metode pembelajaran matematika yang mudah, menyenangkan, dan efektif bagi siswa sekolah dasar.

Program tersebut terbukti melahirkan siswa berprestasi tingkat internasional. Salah satunya Felicia Dahayu, siswi SDN 1 Pesanggaran, yang sukses meraih medali emas kompetisi coding pada ajang The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge di Chonnam National University, Korea Selatan, pada November 2024.

Tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, Banyuwangi juga serius mengembangkan potensi seni budaya pelajar. Pemkab secara rutin menyediakan ruang kreativitas bagi siswa melalui program Padang Bulanan, yang menampilkan karya seni pelajar setiap bulan.

Terbaru, ribuan pelajar turut ambil bagian dalam pagelaran Kuntulan Ewon saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, yang menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda.

Selain pengembangan bakat siswa, Pemkab Banyuwangi juga terus memperkuat kualitas tenaga pendidik. Di antaranya melalui pengangkatan Guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu, serta berbagai program peningkatan kapasitas guru dan pembenahan sistem pendidikan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menambahkan bahwa penghargaan validitas data pendidikan berhasil diraih karena Banyuwangi secara konsisten melakukan pendataan pendidikan secara akurat dan berkelanjutan.

“Pendataan ini menjadi dasar penting dalam memantau keberlanjutan pendidikan siswa, termasuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS),” jelas Alfian.

Ia menyebut, per 2025 angka ATS Banyuwangi masuk lima terendah di Jawa Timur. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi juga mengalami peningkatan menjadi 75,17.

Capaian tersebut memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan inovasi pendidikan terbaik di Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sinergi Lintas Sektoral Diperkuat, Polresta Banyuwangi Targetkan Jalur Ketapang Bebas Antrean Panjang
Next Article
Aksi Damai GTT Non- Dapodik Ponorogo,Tuntut Kepastian Nasib Mereka

Related to this topic:

Be the first to write a comment.