Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Sinergi Lintas Sektoral Diperkuat, Polresta Banyuwangi Targetkan Jalur Ketapang Bebas Antrean Panjang

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Menghadapi potensi lonjakan arus kendaraan selama rangkaian libur panjang dan meningkatnya mobilitas masyarakat, Polresta Banyuwangi memperkuat sinergi lintas sektoral guna mengantisipasi kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Kemacetan Ketapang yang digelar di ruang Command Center RTMC Mapolresta Banyuwangi, Senin (25/5/2026). Rakor dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., dan dihadiri jajaran pejabat utama Polresta Banyuwangi bersama sejumlah instansi terkait.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Turut hadir dalam forum tersebut perwakilan KSOP Tanjung Wangi, BMKG, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, UPT P3 LLAJ Banyuwangi, TNI AL, Dinas Perhubungan Banyuwangi, hingga Jasa Raharja. Keterlibatan lintas instansi itu menjadi bagian dari penguatan koordinasi, untuk memastikan pelayanan transportasi penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tetap aman, lancar, dan optimal bagi masyarakat maupun distribusi logistik nasional.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol dr. Rofiq Ripto Himawan, menegaskan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan lebih awal melalui pemetaan potensi hambatan di lapangan, penguatan koordinasi antar lembaga, serta penyusunan skema teknis yang terukur dan responsif terhadap situasi di lapangan.

Menurutnya, Pelabuhan Ketapang merupakan simpul transportasi vital penghubung Pulau Jawa dan Bali yang memiliki tingkat kerawanan kepadatan cukup tinggi, terutama saat musim libur, cuaca ekstrem, hingga adanya pengurangan operasional kapal penyeberangan.

“Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, tidak terjebak antrean panjang di jalur penyeberangan, serta tetap merasa aman dan nyaman selama perjalanan. Karena itu, sinergi lintas sektoral harus berjalan konkret tanpa sekat birokrasi,” tegas Kapolresta kepada awak media usai rakor.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama instansi terkait, kepadatan arus kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang selama ini dipicu beberapa faktor, salah satunya kondisi cuaca ekstrem di Selat Bali. Tingginya kecepatan angin, kerap menyebabkan penundaan pelayaran demi menjaga keselamatan penumpang dan armada kapal.

Selain faktor cuaca, antrean kendaraan juga dipengaruhi berkurangnya kapasitas layanan saat sejumlah kapal ASDP menjalani perawatan rutin atau maintenance. Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya antrean kendaraan logistik, maupun kendaraan pribadi di jalur menuju pelabuhan.

Sebagai langkah antisipasi, forum koordinasi menyepakati perlunya penyiapan armada pengganti sebelum kapal utama masuk jadwal perawatan. Strategi ini dinilai penting, untuk menjaga stabilitas layanan penyeberangan serta mencegah penumpukan kendaraan di kawasan Ketapang.

Tak hanya fokus pada kelancaran arus penyeberangan, Polresta Banyuwangi juga memberikan perhatian serius terhadap aspek Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya terkait efektivitas buffer zone atau kantong parkir kendaraan.

Lebih lanjut, Kapolresta menjelaskan bahwa keberadaan buffer zone di kawasan Bulusan selama ini dinilai kurang ideal, karena memicu persilangan arus kendaraan yang berpotensi memperparah kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Sebagai solusi, Polresta Banyuwangi bersama stakeholder terkait akan mengevaluasi penempatan buffer zone dengan menggeser titik parkir kendaraan lebih jauh sebelum kawasan Pelabuhan Ketapang. Selain itu, pola arus satu arah dari utara ke selatan juga akan dioptimalkan guna mengurangi crossing kendaraan.

“Rekayasa arus ini dilakukan agar kendaraan lebih tertata, dan tidak terjadi crossing yang memicu kepadatan. Kami juga memastikan personel kepolisian hadir penuh di lapangan, untuk menjaga keamanan kendaraan masyarakat dari potensi tindak kriminalitas,” jelasnya.

Kombes Pol dr. Rofiq menambahkan, pengamanan jalur Ketapang bukan hanya menyangkut kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga berkaitan langsung dengan stabilitas distribusi logistik dan roda perekonomian nasional. Pasalnya, lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan salah satu jalur strategis distribusi barang antar wilayah di Indonesia.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, mengatakan kondisi cuaca di perairan Selat Bali sejak Rabu malam (20/5/2026) mengalami perubahan cukup dinamis, sehingga berdampak pada penyesuaian operasional penyeberangan.

Menurutnya, proses pelayanan kapal, khususnya saat manuver sandar dan bongkar muat kendaraan, harus dilakukan lebih hati-hati dengan mengutamakan keselamatan pelayaran. Situasi tersebut, berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan logistik di sejumlah titik area pelabuhan.

“Keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama kami. Dalam kondisi cuaca yang berubah cepat, seluruh proses operasional harus dilakukan dengan pengawasan ketat dan perhitungan matang, agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan aman. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, untuk meminimalkan dampak antrean kendaraan di kawasan pelabuhan,” ujar Arief Eko Kurnianjah.

Dengan penguatan koordinasi lintas sektoral tersebut, Polresta Banyuwangi optimistis potensi kemacetan panjang di kawasan Pelabuhan Ketapang dapat ditekan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepastian pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ada Apa Anak Cucu' (Alm) Raja Mansur Wael Palang Basecamp PT HAM
Next Article
Bupati Ipuk Raih Dua Penghargaan Pendidikan dari Mendikdasmen, Banyuwangi Dinilai Sukses Cetak SDM Unggul

Related to this topic:

Be the first to write a comment.