Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Hari Lahir Pancasila 2026, Njekto Hadi Sasongko Ajak Generasi Muda Jaga Nilai Kebangsaan

MALANG, bratapos.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026 menjadi momentum refleksi kebangsaan. _Njekto Hadi Sasongko,SH, pengacara senior tingkat nasional asal Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia khususnya generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai kompas dalam bertindak.

Sebagai praktisi hukum yang aktif menangani perkara di Seluruh Indonedia, Njekto Hadi Sasongko,SH menilai nilai-nilai Pancasila sangat relevan dengan dunia advokat.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

“Pancasila itu bukan sekadar dihafal waktu upacara. Sila Keadilan Sosial jadi dasar saya kerja di pengadilan. Kalau dasarnya kuat, hukumnya nggak timpang,” ujarnya saat dihubungi media Bratapos.com, Senin 30/9/2026.

Generasi Muda Jadi Garda Depan

Njekto menyoroti peran krusial anak muda di era digital. Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi soal penjajahan fisik, tapi degradasi nilai, ujaran kebencian, dan polarisasi.

“Hari Lahir Pancasila harus jadi pengingat. Generasi muda itu garda depan. Jaga medsos dengan narasi damai, tolak hoaks, dan amalkan gotong royong. Itu bentuk bela negara paling nyata hari ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, sila Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus diterjemahkan dalam aksi kecil: toleransi antar teman, taat aturan, bayar pajak, sampai peduli lingkungan.

Pancasila dan Dunia Hukum

Di ruang sidang, Njekto Hadi Sasongko,SH mengaku selalu berpedoman pada sila ke-5. Baginya, advokat punya tugas memastikan keadilan bisa diakses semua lapisan, bukan hanya yang punya kuasa.

“Sebagai advokat Skala Nasional, saya ingin tunjukkan kalau hukum dan Pancasila itu satu napas. Kita beracara bukan untuk menang sendiri, tapi cari titik keadilan,” pungkasnya.

Peringatan 1 Juni 2026 diharapkan jadi titik tolak penguatan karakter bangsa. Dari Wajak untuk Indonesia, semangat Pancasila harus terus hidup.

 

**[Red]

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Agen BRILink BRI "MUDAH, CEPAT DAN AMAN" Jadi Pilihan Masyarakat Hingga Pelosok Di Wilayah Ponorogo
Next Article
Heboh! Mini Market Diduga Jual Beras Tercampur Material Mirip Plastik, Konsumen Alami Mual dan Sesak

Related to this topic:

Be the first to write a comment.