Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Jelang HUT ke-81 RI, Warga Kertosari Banyuwangi Gelar Tasyakuran dan Doa untuk Para Pahlawan

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan warga RW 001 Lingkungan Krajan, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Kegiatan tersebut turut mengusung semangat tema nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Kegiatan yang berlangsung di sepanjang Jalan Ikan Hiu, mulai RT 001 hingga RT 004, tersebut digelar pada Minggu (16/8/2026) malam. Tasyakuran menjadi momentum bagi warga untuk memanjatkan rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi bangsa dan negara.

BACA JUGA : Pimpinan Redaksi Brata Pos Dr. Zaibi Susanto: Maulid 1448 H Momentum Wartawan dan Advokat Teladani Akhlak Rasulullah

Usai sholat Magrib, warga dari masing-masing RT mulai berkumpul dengan membawa beragam hidangan, mulai makanan, buah-buahan, minuman hingga tumpeng yang dihias dengan nuansa merah putih. Sedikitnya terdapat empat titik di sepanjang Jalan Ikan Hiu yang menjadi lokasi berkumpul warga. Di setiap titik, tikar digelar sebagai tempat warga duduk, menikmati hidangan bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Suasana kekeluargaan, keakraban dan gotong royong begitu terasa. Meski dikemas secara sederhana, kegiatan tersebut menjadi momentum penuh makna untuk memperkuat persaudaraan serta menjaga kekompakan antar warga.

Ketua RW 001 Lingkungan Krajan, Slamet, mengatakan kegiatan tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur warga atas kemerdekaan yang telah dinikmati masyarakat Indonesia selama 81 tahun. Peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semata-mata menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat dan menghargai perjuangan para pahlawan.

“Kita perlu mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului kita. Karena dengan perjuangan mereka, kita bisa merasakan kemerdekaan hingga saat ini,” ujar Slamet.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga dan memperkokoh persatuan serta kerukunan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting dalam mengisi kemerdekaan.

Sementara itu, Ketua RT 003 Lingkungan Krajan, Angga BS, mengatakan makna perjuangan tidak hanya melekat pada mereka yang terjun langsung ke medan perang untuk merebut kemerdekaan. Menurutnya, perjuangan juga dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat melalui peran dan pengabdian masing-masing dalam mencerdaskan serta membangun kehidupan sosial.

“Pejuang itu bukan hanya mereka yang ikut berperang. Para guru, ustadz, mantan ketua RT dan RW, serta mereka yang memiliki peran dan pengabdian di tengah masyarakat juga merupakan pejuang,” kata Angga.

Rangkaian tasyakuran kemudian dilanjutkan dengan pembacaan istighosah dan tahlil. Doa bersama tersebut secara khusus ditujukan untuk mendoakan arwah para pejuang kemerdekaan sekaligus menjadi bentuk penghormatan warga terhadap jasa para pendahulu bangsa.

Usai doa, warga bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung khidmat sekaligus menjadi simbol kecintaan warga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan dan memperkuat rasa persaudaraan.

Salah satu warga setempat, Ruslan Abdul Gani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai, tasyakuran dan doa bersama menjadi kegiatan positif yang layak untuk terus dilaksanakan.

“Ini baru pertama kali digelar kegiatan tasyakuran dan doa bersama yang melibatkan semua warga dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan,” ungkap Ruslan.

Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lingkungan Krajan Kertosari itu, menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Dari lingkungan permukiman, nilai perjuangan, persatuan, gotong royong dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan terus dirawat. Tradisi sederhana tersebut sekaligus menjadi cara warga mewariskan semangat kebangsaan kepada generasi berikutnya. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Peringati HUT RI ke-81, Ketua Umum DPP Pertiwi Nusantara Bersatu Dorong Semangat Kebangsaan dan Kepedulian Sosial
Next Article
PERSADIN NTB Ucapkan Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Semangat Persatuan untuk Indonesia yang Maju dan Jaya

Related to this topic:

Be the first to write a comment.