Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Support Prof. Haedar Nashir

Tanggerang Selatan|bratapos.com – Ketua Umum PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia), Hartanto Boechori, hadir langsung dalam acara penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir. Kartu diserahkan dalam acara perayaan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis 13/8/2026.

 

BACA JUGA : Pimpinan Redaksi Brata Pos Dr. Zaibi Susanto: Maulid 1448 H Momentum Wartawan dan Advokat Teladani Akhlak Rasulullah

Boechori, tokoh pers yang telah lebih dulu menyandang kompetensi wartawan utama, secara khusus datang dari Surabaya untuk memberikan support dan apresiasi kepada Prof. Haedar Nashir.

 

Momentum itu terasa istimewa. Bukan hanya karena pengakuan atas perjalanan panjang Haedar di dunia jurnalistik. Tetapi juga karena hadirnya sejumlah tokoh pers senior yang turut memberikan penghormatan, diantaranya eks Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, eks Wakil Ketua Dewan Pers sekaligus Ketua Umum PWI Hendry Ch. Bangun, eks Anggota Dewan Pers Asep Setiawan, serta sejumlah tokoh pers senior lainnya.

 

Kehadiran para tokoh pers tersebut menjadi semacam rajutan solidaritas insan pers. Menunjukkan bahwa perjalanan panjang seorang jurnalis tetap mendapat tempat dan penghormatan di kalangan profesi pers.

 

Pendapat Hartanto Boechori, perjalanan Haedar Nashir di dunia jurnalistik memang layak mendapat apresiasi. Haedar telah berkecimpung dalam dunia pers sejak masa mahasiswa. Termasuk aktif menulis di Suara Muhammadiyah, media yang telah terbit sejak 1915. Kiprahnya di dunia jurnalistik disebut telah berlangsung sekitar 42 tahun.

 

“Ini bentuk penghargaan yang patut kita hormati. Beliau bukan hanya tokoh Muhammadiyah. Beliau juga bagian dari perjalanan panjang pers Indonesia,” ujar Boechori yang tetap enerjik di usia 66 tahun.

 

Kartu Wartawan Utama Khusus tersebut disetujui Dewan Pers pada Maret 2026 sebagai pengakuan atas kiprah panjang Haedar sebagai insan pers. Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menegaskan pentingnya kehadiran insan pers yang memiliki dedikasi, tanggung jawab, reputasi dan kualitas di tengah derasnya arus informasi, hoaks dan disinformasi.

 

Disampaikan Boechori, bagi PJI pesan tersebut menjadi semakin penting. Pers membutuhkan wartawan yang berintegritas. Dan penghormatan kepada Prof. Haedar Nashir adalah bagian dari penghormatan terhadap perjalanan panjang profesi jurnalistik Indonesia.

 

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum PJI Hartanto Boechori bersama istri, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si, Direktur LUKW UMJ Dr. Tria Patrianti, S.Sos., M.I.Kom, eks Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, eks Wakil Ketua Dewan Pers/Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun, Anggota Dewan Pers 2 periode Dr. Asep Setiawan, MA, Menko bidang pangan Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MUI Dr. Anwar Abas, para pembesar PP Muhammadiyah, dan para tokoh pers Nasional.

Redaksi

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Layanan Konsultasi Hukum Gratis Hadir di Kepatihan, Wujudkan Masyarakat Sadar Hukum
Next Article
75 Paskibraka Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

Related to this topic:

Be the first to write a comment.