Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Konsisten Dorong Pembinaan Produktif, SAE Paswangi Lapas Banyuwangi Panen Semangka Jilid II Capai 1 Ton

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali membuktikan konsistensinya sebagai pusat pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Untuk kedua kalinya, Lapas Banyuwangi sukses menggelar panen raya semangka, Senin (2/2/2026), dengan hasil mencapai 1 ton.

Panen semangka jilid II tersebut, berlangsung di lahan SAE Paswangi seluas 700 meter persegi dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, didampingi jajaran pejabat struktural. Kegiatan ini menegaskan, keberlanjutan program pembinaan berbasis pertanian yang dijalankan secara serius dan terencana.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa menegaskan, bahwa keberhasilan panen kedua ini merupakan kelanjutan dari panen perdana yang digelar pada bulan sebelumnya. Menurutnya, SAE Paswangi tidak sekadar menjadi lahan pertanian, tetapi menjadi sarana strategis pembentukan keterampilan dan etos kerja warga binaan.

“Panen semangka jilid dua ini menjadi bukti nyata, bahwa SAE Paswangi dikelola secara konsisten dan berkelanjutan. Kami tidak berhenti pada satu siklus panen, tetapi memastikan lahan asimilasi ini terus produktif dan memberi manfaat jangka panjang,” ujar Wayan.

Selain panen semangka, dalam kesempatan yang sama Lapas Banyuwangi juga melakukan panen sayur pare dengan hasil sekitar 10 kilogram dari lahan seluas 100 meter persegi. Hal ini menunjukkan optimalisasi lahan yang dilakukan secara variatif dan terintegrasi.

Lebih lanjut, Wayan menjelaskan bahwa pengelolaan SAE Paswangi sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Dari total luas lahan mencapai 2,2 hektare, SAE Paswangi saat ini telah ditanami berbagai komoditas unggulan.

“Di lahan SAE Paswangi sudah kami tanami padi, jagung, beragam jenis sayuran, serta dikembangkan pula sektor perikanan. Beberapa komoditas lain juga dalam waktu dekat akan memasuki masa panen,” jelasnya.

Ia menekankan, bahwa tujuan utama dari program pembinaan kemandirian ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen atau nilai ekonomi semata, tetapi juga pada pembekalan keterampilan bertani modern bagi warga binaan sebagai modal hidup setelah bebas nanti.

“Harapan kami, warga binaan tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan selama menjalani pembinaan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan secara nyata ketika kembali ke tengah masyarakat,” pungkas Wayan.

Melalui SAE Paswangi, Lapas Banyuwangi terus memperkuat perannya sebagai institusi pembinaan yang adaptif, produktif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia serta ketahanan pangan daerah. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Direktur RSUD Blambangan Klarifikasi Isu Mortuary Cabinet Rusak dan Pengantaran Jenazah ke Bondowoso
Next Article
Musma Untag Banyuwangi Tetapkan Dedo Dwi S. sebagai Ketua MPM dan Rofiudi R. Pimpin BM Periode 2026–2027

Related to this topic:

Be the first to write a comment.