Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pengawasan Sisrendal Binter 2026: Kodim 0825/Banyuwangi Pastikan Program Teritorial Tepat Sasaran

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Komitmen memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah kembali ditegaskan melalui kegiatan pengawasan Sistem Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembinaan Teritorial (Sisrendal Binter) yang berlangsung di Aula Panglima Sudirman, Makodim 0825/Banyuwangi, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya strategis TNI AD dalam memastikan seluruh program pembinaan teritorial berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan arah pembangunan daerah. Fokus utamanya adalah membangun kekuatan wilayah dari bawah melalui optimalisasi peran aparat teritorial, khususnya Babinsa.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Pengawasan dipimpin oleh Ketua Tim, Mayor Arm Antonius Dwi Wardana selaku Pabandya Puanter Kodam V/Brawijaya. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Sisrendal Binter harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi indikator administratif.

“Pendekatan yang dilakukan harus adaptif dan kontekstual. Program teritorial harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan, pentingnya integrasi antara perencanaan TNI dengan kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, tanpa sinkronisasi yang kuat, efektivitas program di lapangan akan sulit tercapai.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Babinsa yang menjadi ujung tombak TNI AD dalam pembinaan wilayah. Dalam forum tersebut, pendekatan evaluatif dan dialogis menjadi metode utama untuk menggali berbagai kendala sekaligus solusi di lapangan.

Babinsa dituntut tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak sosial, mulai dari pendampingan masyarakat, deteksi dini konflik, hingga mendukung program pembangunan daerah.

Sementara itu, Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto menegaskan bahwa Sisrendal Binter merupakan instrumen vital dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari level terbawah.

“Melalui pengawasan ini, kami ingin memastikan seluruh aparat teritorial semakin profesional, responsif, dan mampu membaca dinamika yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga potensi konflik horizontal. Oleh karena itu, kehadiran Babinsa harus mampu menjadi solusi dan penyejuk di tengah masyarakat.

Pengawasan Sisrendal Binter ini, sekaligus mempertegas bahwa sinergi antara TNI dan pemerintah daerah merupakan faktor kunci dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.

Dengan perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan tercipta ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh, sebagai fondasi kemanunggalan TNI dan rakyat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis wilayah, di mana stabilitas tidak hanya dijaga melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Perkuat Organisasi PTKN Pusat Madiun Resmikan Sekretariat Cabang dan Beri Penghargaan Atlet
Next Article
Danramil Songgon Pimpin Hari ke-16 Karya Bakti TNI, Jembatan Perintis Garuda di Sungai Binau Dikebut

Related to this topic:

Be the first to write a comment.