Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Danramil Songgon Pimpin Hari ke-16 Karya Bakti TNI, Jembatan Perintis Garuda di Sungai Binau Dikebut

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Komitmen TNI dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan kembali ditunjukkan melalui percepatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Sungai Binau, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Memasuki hari ke-16, progres pembangunan terus digenjot di bawah komando langsung Danramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, Selasa (14/4/2026).

Sejak pukul 07.00 WIB, kawasan Dusun Krajan telah dipenuhi aktivitas prajurit dan warga. Apel pagi yang dipimpin Kapten Andoko menjadi titik awal pengerahan kekuatan penuh dalam lanjutan program Karya Bakti TNI Kodim 0825/Banyuwangi Tahap III. Fokus utamanya, yakni memastikan proyek strategis ini selesai tepat waktu dengan kualitas konstruksi yang terjaga.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

“Tidak ada ruang untuk kesalahan, dalam pembangunan infrastruktur yang menyangkut keselamatan dan kebutuhan masyarakat luas,” tegas Kapten Andoko di sela pengawasan lapangan.

Pada tahap ini, pekerjaan memasuki fase krusial yang menuntut akurasi tinggi. Empat lini utama dikerjakan secara simultan, meliputi:

▪︎ Pengelasan angkur sebagai pengunci kekuatan struktur jembatan.

▪︎ Pengurugan kembali pondasi footplat untuk stabilitas dasar.

▪︎ Penggalian pondasi lanjutan sebagai bagian ekspansi konstruksi.

▪︎ Perakitan rangka besi utama sebagai tulang punggung jembatan.

Kapten Andoko secara langsung memonitor setiap titik pekerjaan, guna memastikan seluruh proses sesuai standar teknis konstruksi. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjamin daya tahan jembatan dalam jangka panjang, mengingat posisi Sungai Binau yang memiliki dinamika arus cukup tinggi saat musim hujan.

Kegiatan ini melibatkan unsur gabungan dari berbagai satuan di bawah Kodim 0825/Banyuwangi, termasuk personel Koramil Srono, Rogojampi, Singojuruh, Kabat, hingga Sempu. Sinergi ini semakin kuat, dengan keterlibatan aktif masyarakat Dusun Krajan dan Gumukcandi yang turun langsung membantu proses pembangunan.

Partisipasi warga menjadi indikator kuat bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak sekadar simbolik, tetapi nyata dirasakan manfaatnya.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda memiliki nilai strategis tinggi. Selama ini, warga harus menempuh jalur memutar untuk mengakses fasilitas dasar seperti layanan kesehatan, pendidikan, hingga pasar tradisional.

Dengan rampungnya jembatan ini nanti, akses antar wilayah akan terbuka lebih cepat dan efisien, yang secara langsung berdampak pada Peningkatan mobilitas warga, Efisiensi distribusi hasil pertanian, Akses layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih cepat, serta Penguatan ekonomi lokal berbasis desa.

Memasuki hari ke-16, progres pembangunan menunjukkan tren positif dengan pelaksanaan yang berlangsung tertib, aman, dan sesuai rencana. Kapten Andoko menegaskan, bahwa seluruh tim akan terus menjaga ritme kerja hingga proyek ini selesai sempurna.

“Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, tapi pembangunan harapan masyarakat,” pungkasnya. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pengawasan Sisrendal Binter 2026: Kodim 0825/Banyuwangi Pastikan Program Teritorial Tepat Sasaran
Next Article
Pusat Batik Banyuwangi Resmi Hadir, Perkuat Identitas Wastra Lokal dan Dongkrak Ekonomi Perajin

Related to this topic:

Be the first to write a comment.