Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pertama di Banyuwangi, "Campur Sari Campur Ngaji" GM FKPPI Perkuat Persatuan Lintas Elemen

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Untuk pertama kalinya di Banyuwangi, Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) PC-1325 Banyuwangi berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Adz Dzikra menggelar kegiatan bertajuk “Campur Sari Campur Ngaji Kanggo Nelesi Ati”, Sabtu (17/1/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sidqi Maulana Ponpes Adz Dzikra, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi ini menjadi ruang konsolidasi kebangsaan yang mempertemukan ulama, aparat negara, pemerintah daerah, pemuda, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat dalam satu forum budaya dan spiritual yang menyejukkan.

BACA JUGA : Plt Bupati Lisdyarita Resmi Lantik Volunteer Grebeg Suro 2026, Pemuda-Pemudi Bumi Reyog Siap Bergerak

Selain sebagai forum silaturahmi lintas elemen, kegiatan ini juga menjadi momentum penyambutan Kapolresta Banyuwangi yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial di Bumi Blambangan.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah tampak hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., serta Kepala BNPT RI Irjen Pol Ibnu Suhendra, yang juga merupakan putra daerah Banyuwangi.

Turut hadir pula jajaran tokoh agama dan organisasi keagamaan, seperti Ketua PCNU Banyuwangi Gus Achmad Turmudzi, Wakil Ketua MUI Banyuwangi Gus Sunandi Zubaidi, Ketua FKUB Banyuwangi H. Nur Chozin, para pimpinan MWC NU se-Banyuwangi, serta Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi Hakim Said, S.H.

Sorotan utama kegiatan ini adalah kehadiran Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua GM FKPPI PD XIII Jawa Timur, Ir. R. Agoes Soerjanto, M.M., yang hadir langsung dari Kota Malang bersama jajaran pengurus GM FKPPI Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Agoes Soerjanto menegaskan bahwa Campur Sari Campur Ngaji merupakan bentuk konkret peran GM FKPPI dalam merawat nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

“GM FKPPI hadir sebagai jembatan persatuan. Ketika ulama, aparat, pemuda, dan mahasiswa duduk bersama dalam suasana budaya dan spiritual, maka nilai Pancasila, NKRI, dan kebhinekaan tidak hanya disuarakan, tetapi benar-benar dihidupkan,” tegasnya.

Menurutnya, Banyuwangi telah memberi contoh nyata bagaimana kearifan lokal, pesantren, dan peran pemuda dapat disinergikan untuk menjaga keutuhan bangsa.

“Ini adalah model konsolidasi kebangsaan yang sehat dan menyejukkan. GM FKPPI akan terus mendorong kegiatan serupa di berbagai daerah,” imbuhnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Keamanan tidak cukup dijaga dengan pendekatan hukum semata. Kegiatan seperti Campur Sari Campur Ngaji ini merupakan pendekatan budaya dan spiritual yang efektif untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan ketenangan sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pesantren dan organisasi kemasyarakatan, termasuk GM FKPPI, merupakan mitra strategis Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Banyuwangi.

Sementara itu, Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi yang juga Pengasuh Ponpes Adz Dzikra, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang “nelesi ati” atau menjernihkan hati.

“Ini bukan sekadar pengajian dan hiburan. Campur Sari Campur Ngaji adalah ikhtiar merawat persatuan, ukhuwah, dan nilai kebangsaan dengan cara yang membumi,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kebersamaan antara ulama, umara, aparat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan merupakan modal sosial besar yang harus terus dijaga dan dirawat bersama.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si. Menurutnya, kekuatan Banyuwangi terletak pada keguyuban masyarakatnya.

“Banyuwangi kuat karena guyub. Ketika ulama, aparat, pemerintah, pemuda, dan masyarakat duduk bersama seperti malam ini, maka ketahanan sosial kita akan semakin kokoh,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai bagian dari penguatan toleransi, budaya lokal, dan persatuan di Banyuwangi.

Menutup kegiatan, Kapolresta Banyuwangi menyampaikan harapannya agar ke depan kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin dengan kolaborasi bersama Pemkab Banyuwangi dan Polresta Banyuwangi.

"Ke depan, acara seperti ini juga direncanakan akan dikolaborasikan dengan berbagai layanan publik, seperti pengurusan SIM, STNK, hingga layanan administrasi kependudukan," pungkasnya.

Acara berlangsung khidmat namun penuh keakraban, diwarnai lantunan shalawat, pengajian, serta sajian seni campur sari yang disambut antusias para hadirin.

Melalui keterlibatan aktif GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan dan budaya, tetapi juga ruang konsolidasi kebangsaan yang mempertemukan iman, seni, dan cinta tanah air dalam satu harmoni. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Razia Balap Liar, Polres Lumajang Amankan Lima Motor Tak Sesuai Spesifikasi
Next Article
Razia Tong Di Hari Ke II Tim Gakkum Polres Buru Berhasil Amankan Pemilik Tong

Related to this topic:

Be the first to write a comment.