Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Puluhan Tahun Mangkrak Jadi Sarang Ular dan Hutan Liar, ARSAS Tinjau Pasar Manukan Kulon: Desak Pemkot Surabaya Segera Bersihkan dan Revitalisasi Aset Demi Keselamatan Warga Banjarsugihan

SURABAYA, Bratapos.com - Keberadaan bangunan Pasar Manukan Kulon yang terbengkalai dan mangkrak selama puluhan tahun kian meresahkan warga sekitar. Menanggapi aduan masyarakat yang tak kunjung tertangani, jajaran pengurus Dewan Pengurus Pusat Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) yang dikomandoi langsung oleh Ketua Umum Herry Bimantara turun langsung melakukan peninjauan lapangan di lokasi aset mangkrak tersebut, Sabtu 10 Oktober 2026

Kondisi pasar yang terbengkalai puluhan tahun ini kini telah berubah menjadi lahan semak belukar lebat menyerupai hutan liar. Dampak paling mengkhawatirkan dirasakan langsung oleh warga RW 01 Kelurahan Banjarsugihan, yang permukimannya berbatasan langsung dengan lokasi. Hutan liar tersebut kini menjadi habitat bersarangnya berbagai hewan melata berbahaya, seperti ular berbisa, biawak, dan serangga beracun yang kerap masuk ke dalam rumah-rumah warga.

BACA JUGA : Gemilang KORPRI Night Run 2026 di Hadiri Ketua UMUM

Dalam peninjauan tersebut, Herry Bimantara bersama tim mendengarkan langsung kesaksian para tokoh masyarakat dan warga RW 01 Banjarsugihan yang hidup dalam kecemasan setiap hari, terutama saat musim hujan tiba.

"Kondisi ini bukan lagi sekadar persoalan estetika kota yang kumuh, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa warga. Lahan samping pasar yang dibiarkan menjadi hutan belantara ini kerap memunculkan ular liar yang merayap masuk ke ruang tamu hingga kamar tidur warga. Anak-anak dan lansia berada dalam risiko bahaya setiap saat jika kondisi ini terus dibiarkan," ujar Herry Bimantara di lokasi peninjauan.

Selain teror hewan melata, kawasan mangkrak tak berpenghuni ini juga rawan disalahgunakan untuk aktivitas negatif di malam hari karena minimnya penerangan dan ketiadaan penjagaan.

Permohonan & Rekomendasi Konkret ARSAS kepada Pemkot Surabaya
Melihat kondisi darurat lingkungan tersebut, Ketua Umum ARSAS Herry Bimantara melayangkan permohonan resmi dan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya—khususnya Wali Kota Eri Cahyadi beserta dinas terkait (Dinas Lingkungan Hidup, BPBD/Damkar, Satpol PP, Dinkopumdag, dan PD Pasar Surya)—untuk segera mengambil tindakan cepat dan terukur:

1. Tindakan Darurat (Pembersihan Lahan & Penyisiran Hewan):
  Memohon Pemkot Surabaya menerjunkan tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Satpol PP untuk melakukan pembersihan total semak belukar liar, perantingan, dan penyisiran sarang ular di area pasar serta perbatasan RW 01 Banjarsugihan dalam pekan ini.
2. Pemasangan Pengaman & Penerangan Sementara:
  Memasang pagar pembatas yang layak serta penerangan jalan umum (PJU) yang memadai di sekitar area mangkrak guna mencegah masuknya hewan liar ke pemukiman dan meminimalisir potensi kerawanan sosial.
3. Kepastian Status Aset & Rencana Revitalisasi Terpadu:
  Mendorong Pemkot Surabaya dan jajaran terkait untuk mengkaji ulang status pemanfaatan aset Pasar Manukan Kulon. ARSAS mengusulkan agar lahan yang puluhan tahun mati suri ini dialihfungsikan menjadi fasilitas yang bernilai guna bagi warga, seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK), ruang terbuka hijau (RTH) produktif, sarana olahraga pemuda, atau balai pemberdayaan ekonomi warga setempat.

Herry Bimantara menegaskan bahwa ARSAS hadir bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi jembatan aspirasi akar rumput demi mewujudkan Surabaya yang aman, nyaman, dan manusiawi.

"Kami percaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi yang selalu mengedepankan kerja cepat dan peduli pada persoalan kampung, suara warga RW 01 Banjarsugihan ini akan segera didengar dan ditindaklanjuti. Surabaya adalah rumah kita bersama; tidak boleh ada warga yang merasa terabaikan di tengah ancaman bahaya di lingkungannya sendiri.

ARSAS siap mengawal persoalan ini bersama warga dan mendampingi hingga Pemkot Surabaya menuntaskan pembersihan dan penataan lokasi Pasar Manukan Kulon," pungkas Herry. (Anik)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Arek-arek FC Surabaya Juara Dandim Cup I 2026 KU-10, MSA Soccer Academy Madiun Raih Juara Bersama
Next Article
Gemilang KORPRI Night Run 2026 di Hadiri Ketua UMUM

Related to this topic:

Be the first to write a comment.