Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Babinsa Kebondalem Hadir di FGD Moderasi Beragama, TNI Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat

BANYUWANGI || Bratapos.com – Upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama terus digelorakan. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Moderasi Beragama di Balai Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Senin (25/8/2025).

Forum ini menghadirkan sekitar 50 peserta lintas agama dan lintas sektor, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, aparat keamanan, hingga perangkat desa. Turut hadir Babinsa Desa Kebondalem, Sertu Eko Widayanto, yang menyatakan komitmen TNI dalam mendukung kerukunan hidup bermasyarakat.

BACA JUGA : Jelang Meras Kuntulan 2026, Kertosari Banyuwangi Matangkan Festival Kebangkitan Seni Tradisi

Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan sambutan dari sejumlah pejabat, di antaranya Plt Camat Bangorejo Abdur Rahman, S.Sos., M.AP., Kasi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi, serta Kepala Kemenag Banyuwangi Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.MA.

FGD ini juga diikuti oleh Kapolsek Bangorejo AKP Hariyanto, jajaran staf Kemenag Banyuwangi, Ketua KUA Bangorejo, para kepala desa se-Kecamatan Bangorejo, Ketua MUI Bangorejo, hingga perwakilan organisasi keagamaan. Penyuluh lintas agama dari Islam, Hindu, Katolik, Protestan, dan Buddha ikut memberi perspektif berharga dalam forum tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Banyuwangi menekankan bahwa moderasi beragama adalah fondasi penting bagi keharmonisan bangsa.

“Indonesia adalah rumah bersama. Perbedaan agama, suku, dan budaya harus kita rawat sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Moderasi beragama menjadi jalan tengah agar kita semua bisa hidup berdampingan dengan damai dan penuh toleransi,” ujar Chaironi.

Senada dengan itu, Plt Camat Bangorejo, menegaskan pentingnya peran pemerintah desa hingga masyarakat akar rumput dalam menjaga kerukunan.

“Bangorejo harus menjadi contoh bagaimana nilai-nilai toleransi bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah bersama aparat dan tokoh agama siap bergandengan tangan, agar wilayah ini benar-benar menjadi kampung moderasi beragama,” tegas Abdur Rahman.

Kehadiran Babinsa bersama jajaran Forkopimcam menunjukkan kuatnya sinergi TNI, pemerintah, kepolisian, dan tokoh agama dalam mengawal kerukunan. 

“Kami siap mendukung penuh setiap langkah yang mempererat persatuan bangsa. Moderasi beragama adalah kunci, agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh isu-isu intoleransi,” ungkap Sertu Eko Widayanto.

Kegiatan berlangsung lancar, aman, dan penuh keakraban. FGD ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga langkah strategis dalam mengantisipasi potensi konflik sosial sekaligus memperkuat Bangorejo sebagai role model kampung moderasi beragama di Banyuwangi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Sertijab dan Purna Tugas: Regenerasi Perwira, Pengabdian Tanpa Batas
Next Article
Hari Lahir Kejaksaan RI, Kejari Gresik Gelar Pasar Murah

Related to this topic:

Be the first to write a comment.