Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Distribusi 18 Truk KDKMP, Sinergi Kodim 0825–Pemkab Banyuwangi Perkuat Ekonomi Desa

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Penguatan ekonomi berbasis desa di Banyuwangi memasuki fase implementasi nyata. Kodim 0825/Banyuwangi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendistribusikan 18 unit truk operasional untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Rabu (22/4/2026) pagi.

Armada yang disalurkan berupa truk Fuso jenis Mitsubishi Canter FE-74HD, yang dirancang sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kapasitas distribusi, efisiensi logistik, serta mendorong akselerasi usaha koperasi di tingkat desa.

BACA JUGA : Ramai Kewalahan Diserbu Pembeli, Muncul Ide Investasi Akhirnya Macet, Selebgram Cantik Nangis

Secara visual, truk berwarna putih dengan kombinasi merah pada bak besi model kayu tersebut tampil mencolok dengan branding “KopDes Merah Putih” pada bodinya. Seluruh unit merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi RI sebagai bagian dari program penguatan kelembagaan koperasi di daerah.

Penyerahan armada dipusatkan di Makodim 0825/Banyuwangi, dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, jajaran Forkopimda, serta unsur TNI-Polri dan institusi penegak hukum. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa penguatan koperasi tidak hanya menjadi agenda ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan pembangunan daerah.

Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, Jakarta Pusat, dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing koperasi.

“Penyaluran berbasis kesiapan. Koperasi yang telah memiliki infrastruktur dan manajemen yang memadai menjadi prioritas penerima,” ujarnya.

Pada tahap awal, delapan unit truk telah disalurkan, disusul tahap berikutnya hingga total 18 unit siap dioperasikan.

Ia menekankan, pendekatan ini penting agar bantuan tidak menjadi aset pasif, melainkan langsung berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa. Armada akan dimanfaatkan untuk mendukung rantai pasok koperasi, mulai dari distribusi hasil produksi, pengangkutan barang kebutuhan, hingga penguatan layanan usaha.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dikelola sebagai aset produktif yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Truk ini harus menghasilkan nilai tambah. Gunakan untuk memperkuat usaha koperasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” tegasnya.

Ipuk juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik dalam pengelolaan aset, termasuk pencatatan administrasi yang tertib serta perawatan armada secara berkala.

“Ini adalah amanah. Harus dicatat sebagai aset koperasi, dikelola secara profesional, dan tidak boleh disalahgunakan. Administrasi yang baik penting untuk menghindari persoalan dalam audit keuangan,” tambahnya.

Distribusi truk ini menjadi bagian dari strategi memperkuat peran KDKMP sebagai pusat pertumbuhan ekonomi desa. Dengan dukungan armada logistik, koperasi diharapkan mampu memperluas jangkauan usaha, menekan biaya distribusi, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam program ini sekaligus mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan ekonomi, yang tidak hanya mempercepat implementasi program, tetapi juga memperkuat pengawasan dan pendampingan di lapangan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Mengejutkan, Terdakwa Kasus Norkotika Mengaku di Rutan Diduga Leluasa Hisap Sabu
Next Article
Belum Ada Pelepasan Lokasi Dari Pemilik Lahan, Koperasi Tambang Emas Gb Suda Kerja Ugal ugalan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.