Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek, Banyuwangi Angkat Kuliner Osing ke Panggung Dunia

BANYUWANGI || Bratapos.com – Kekayaan kuliner Banyuwangi kembali mendapat panggung istimewa lewat "Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek" yang digelar di Desa Banjar, Kecamatan Glagah, Sabtu (6/9/2025). Festival ini bukan sekadar ajang kuliner, tetapi juga perayaan budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Osing yang terus dijaga kelestariannya.

Sego lemeng dan kopi uthek merupakan kuliner khas Suku Osing yang diwariskan lintas generasi. Sego lemeng adalah nasi yang digulung dengan daun pisang berisi cacahan daging ayam, ikan laut, atau ikan asin. Gulungan nasi ini kemudian dimasukkan ke bilah bambu dan dibakar, menghasilkan aroma asap berpadu daun pisang yang menambah citarasa gurih nan otentik.

BACA JUGA : Jelang Meras Kuntulan 2026, Kertosari Banyuwangi Matangkan Festival Kebangkitan Seni Tradisi

Sementara itu, kopi uthek disajikan dengan cara unik tanpa gula putih, tetapi ditemani patahan gula aren. Peminumnya cukup menggigit gula aren sembari menyeruput kopi, menghasilkan sensasi manis alami yang khas.

Tak heran, festival ini berhasil menarik ratusan pengunjung, mulai warga lokal hingga wisatawan mancanegara. Stefano, wisatawan asal Italia, mengaku terkesan dengan cita rasa kuliner Banyuwangi.

“Sego lemeng rasanya otentik, berbeda dengan nasi lemak yang pernah saya coba. Budaya, tarian, hingga keramahan warganya membuat pengalaman ini tak terlupakan,” ujarnya.

Selain kuliner, kemeriahan festival juga diwarnai dengan pertunjukan seni tradisional, mulai tarian Osing, hadrah, hingga gamelan, yang semakin menegaskan kekayaan budaya Desa Banjar.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang membuka acara tersebut menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari Banyuwangi Festival 2025, sekaligus strategi menjaga warisan budaya dan mengembangkan potensi pariwisata desa.

“Sego lemeng memiliki nilai historis, konon menjadi bekal para pejuang gerilya saat melawan penjajah Belanda. Kini, kami angkat kembali agar masyarakat luas mengenalnya, sekaligus mendukung Desa Banjar sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya,” jelasnya.

Desa Banjar sendiri memiliki lanskap menawan di kaki Gunung Ijen. Hamparan sawah hijau dan panorama pegunungan menjadi daya tarik tambahan yang melengkapi pengalaman wisata. 

Perpaduan antara kuliner bersejarah, budaya Osing, dan alam indah menjadikan Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek bukan sekadar pesta rasa, tetapi juga representasi kekayaan identitas Banyuwangi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
PORSENIJAR PGRI Zona IV 2025: Guru Banyuwangi & Lumajang Dominasi Juara, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
Next Article
378 Pelari dari 11 Negara Ramaikan Ijen Green Trail Run 2025 di Banyuwangi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.