BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Organisasi sayap perempuan "Korps Laksamana Malahayati (KLM)" di bawah naungan GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang aktif dan produktif. Melalui agenda rutin bulanan bertajuk anjangsana, KLM tidak hanya mempererat silaturahmi antar anggota, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian perempuan di Banyuwangi.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (15/2/2026) di Cafe Selendang Roso, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, diisi dengan beragam aktivitas positif, mulai dari arisan, berbagi ilmu keterampilan, pelatihan public speaking dan praktik menjadi MC, hingga diskusi ringan seputar penguatan peran perempuan dalam organisasi dan keluarga.
BACA JUGA :
Ramai Kewalahan Diserbu Pembeli, Muncul Ide Investasi Akhirnya Macet, Selebgram Cantik Nangis
Ketua Koordinator KLM, Rahayu Wahyudiati, menegaskan bahwa anjangsana bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang bertumbuh bersama.
“KLM hadir bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan saling menguatkan. Kami ingin anggota memiliki keterampilan, percaya diri, dan mampu berkontribusi nyata di masyarakat,” ujar Perempuan yang akrab disapa Bunda Yayuk Kepada Bratapos.com.

Sebagai organisasi perempuan di lingkungan GM FKPPI, KLM Banyuwangi menempatkan penguatan solidaritas dan pengembangan potensi anggota sebagai prioritas. Konsep anjangsana yang bergilir dari rumah ke rumah anggota, menjadi strategi efektif membangun kedekatan emosional sekaligus memperluas partisipasi aktif.
Dalam setiap pertemuan, anggota didorong untuk berbagi keterampilan, baik dalam bidang kuliner, kerajinan, hingga kemampuan komunikasi publik. Program belajar menjadi MC, dirancang untuk melatih keberanian tampil di depan umum, yang diharapkan dapat menunjang peran anggota dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi.
Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, KLM telah menyiapkan program unggulan berupa pembukaan stand takjil yang dikelola langsung oleh para anggota. Stand tersebut akan menjual aneka makanan dan minuman khas Ramadan yang diproduksi oleh anggota KLM sendiri.
Tak hanya berorientasi pada ekonomi kreatif, kegiatan ini juga mengusung semangat berbagi. Sebagian takjil akan dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Program ini diharapkan menjadi momentum pemberdayaan ekonomi perempuan, sekaligus ajang memperkenalkan produk-produk rumahan anggota KLM kepada masyarakat luas di Banyuwangi.
“Semua produk yang dijual merupakan hasil karya dan olahan anggota. Ini bagian dari upaya kami mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas,” jelasnya.

Keberadaan KLM sebagai sayap perempuan GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi dinilai strategis dalam membangun perempuan yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing. Dengan konsistensi kegiatan rutin dan program sosial-ekonomi, KLM tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan perempuan di tingkat lokal.
Melalui agenda anjangsana dan rencana pembukaan stand takjil Ramadan 1447 H, KLM Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat sekitar.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Korps Laksamana Malahayati optimistis mampu menjadi inspirasi bagi organisasi perempuan lainnya dalam membangun solidaritas, kreativitas, dan kemandirian di tengah masyarakat. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Dari Kantor Hukum Law Firm Zaibi Susanto, Halusinasi AI Bisa Berujung Kelalaian Profesional
Next Article
Warga Ponorogo Gugat Telkomsel dan Pemkab Rp51 Miliar Terkait Keberadaan Menara BTS di Permukiman