Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Maulid Nabi di Balik Jeruji, Lapas Banyuwangi Ajak Warga Binaan Hijrah Teladani Akhlak Rasulullah

BANYUWANGI || Bratapos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhidmatan, Senin (15/9/2025). Acara bertajuk “Lapas Banyuwangi Bersholawat” ini diikuti secara antusias oleh ratusan warga binaan Muslim yang memenuhi aula lapas dengan lantunan doa dan sholawat.

Peringatan Maulid di balik jeruji besi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari program pembinaan mental-spiritual yang menjadi pilar penting dalam proses pemasyarakatan. 

BACA JUGA : Perkim kota Pasuruan sosialisasikan DED Paket Pekerjaan infrastruktur Permukiman 2026

Melalui perayaan ini, diharapkan warga binaan dapat menemukan ruang refleksi untuk memperbaiki diri, sekaligus menyiapkan langkah menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas kelak.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi harus dimaknai sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih mulia.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para warga binaan mampu mengambil hikmah dari kelahiran Nabi Muhammad SAW, lalu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wayan Nurasta.

Wayan menambahkan, perubahan sejati hanya bisa dimulai dari hati yang bersih dan tekad yang kuat.

“Dengan semangat Maulid, mari kita jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan, perbaiki niat, tingkatkan ketaqwaan, dan songsong masa depan dengan jalan yang lurus,” pesannya penuh penekanan.

Untuk memperdalam pemaknaan acara, Lapas Banyuwangi menghadirkan dua penceramah kondang, Ustaz Andi Hidayat dan Ustaz Abdul Ghoni. 

Dalam tausiyahnya, keduanya mengupas secara mendalam hikmah kelahiran Rasulullah SAW, mengajak jamaah untuk merenungi perjuangan Nabi serta mengimplementasikan nilai kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab dalam segala kondisi, bahkan di tengah keterbatasan ruang gerak sebagai warga binaan.

Sepanjang acara, suasana aula lapas dipenuhi lantunan sholawat dan doa. Para warga binaan mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk dan khidmat, menandai semangat spiritual mereka untuk menyucikan diri. Ketenangan yang tercipta seakan menjadi cermin tekad baru, bahwa jeruji besi bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal perjalanan menuju perbaikan hidup.

Melalui kegiatan religius semacam ini, Lapas Banyuwangi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga menjadi ruang pembinaan moral yang memerdekakan jiwa. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
CV Dana Indah 100% Diduga Kebal Hukum Dan Dilindungi Dinas DSDABM,Proyek U-Ditch di Tambaksegaran Wetan Tuai Sorotan Warga
Next Article
Kapolres Madiun Ajak Siswa SMAN 1 Dolopo, Jauhi Kenakalan Remaja dan Fokus Wujudkan Cita-Cita

Related to this topic:

Be the first to write a comment.