Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Tak Bertuan Proyek Irigasi Hippa Desa Tanjung Disinyalir Sarat Penyimpangan

Sampang,  Bratapos.com -  program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) sebuah inisiatif pemerintah yang didanai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur irigasi melalui pendekatan padat karya tunai.

Program ini melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat dalam pelaksanaannya. Sesuai dengan regulasi yang ditetapkan termasuk peraturan menteri PUPR No 12 tahun 2017. Yakni dikerjakan oleh HIPPA       Perkumpulan petani pemakai air laskar bahari dengan anggaran Rp,195,000,000; desa Tanjung Kecamatan Camplong 

BACA JUGA : Pembinanaan Teritorial Satgas TMMD Dengan Masyarakat Melalui Komsos Dikemas Dengan "Ngopi Bareng"

Namun saat media ini monitoring  kelokasi pekerjaan ada kejangalan yang mana terdapat indikasi penyimpangan, diantaranya campuran semen atau adukannya memakai pasir lokal/putih , adapun teknik pemasangan batunya diduga tidak sesuai dengan Gambar/teknik asal jadi .

Dilokasi proyek tidak terpasang papan informasi atau nama Kelompok Proyek HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) wajib memasang papan informasi. Ini adalah aturan dari Kementerian PUPR. Tanpa papan informasi, proyek melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan pengairan pertanian tersebut justru terindikasi dikerjakan asal-asalan. Warga menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan, mulai dari tidak adanya galian, tidak terpasangnya papan nama proyek, hingga dugaan pemasangan batu hanya dilakukan pada satu sisi.

Selain itu, kualitas pengerjaan juga dipertanyakan. Adukan material diduga tidak sesuai spesifikasi, bahkan terkesan asal ditempel (main teplok) sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Saat dikonfirmasi PJ Kades  Moh Maulid Tanjung justru pihaknya  tidak respon, diam Seribu bahasa,sampai berita ini di publikasikan  proyek tersebut tidak diketahui pelaksanannya

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sidang Dugaan Korupsi Maidi Kembali Digelar, 11 Saksi Dihadirkan, Diawali Kesaksian Pejabat Inspektorat Soal CSR
Next Article
Pembangunan Jembatan Baru Tingkatkan Akses dan Perekonomian Warga Tawangrejo.

Related to this topic:

Be the first to write a comment.