BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kiprah pengabdian Dr. Ir. Guntur Priambodo, M.M. tak berhenti meski telah memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) per 1 Juni 2026. Belum genap sebulan pensiun dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Guntur kini mengemban amanah baru di tingkat nasional.
Mantan birokrat senior Banyuwangi itu resmi ditunjuk sebagai Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan, yang saat ini dipimpin oleh oleh Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M.
BACA JUGA :
Satu Panel dengan Luhut di Indonesia Summit 2026, Bupati Ipuk Paparkan Digitalisasi Pemerintahan
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Nomor 57/M.PANGAN/KEP/06/2026 tentang Perubahan Kelima atas Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Nomor 01/M.PANGAN/KEP/01/2025. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 10 Juni 2026 dan ditandatangani langsung oleh Zulkifli Hasan.
Penugasan ini menandai babak baru perjalanan pengabdian Guntur dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya di sektor ketahanan, distribusi, dan tata kelola pangan.
Kepercayaan dari pemerintah pusat tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan atas rekam jejak panjang, serta kapasitas birokrasi yang telah dibangun Guntur selama puluhan tahun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Selama menjabat sebagai Sekda, ia dikenal sebagai sosok birokrat senior yang berperan aktif mengawal berbagai program pembangunan daerah, mulai dari reformasi tata kelola pemerintahan, percepatan pelayanan publik, hingga penguatan sinergi lintas sektor.
Dalam keterangannya kepada BRATAPOS.com, Guntur mengaku bersyukur atas amanah baru yang diberikan kepadanya. Menurutnya, masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan momentum untuk terus memberikan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa.
“Bismillah tawakaltu alallah, laa haula wala quwwata illa billah. Memasuki purna tugas sebagai ASN sekaligus Sekda Banyuwangi, saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus mendarmabaktikan tenaga, pikiran, dan pengalaman bagi bangsa, negara, serta masyarakat,” ujar Guntur, Jumat (19/6/2026).
Ia menegaskan, tantangan sektor pangan ke depan tidak ringan, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut distribusi, stabilitas harga, dan keberlanjutan ekosistem pangan nasional. Saya berharap bisa ikut memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, solutif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Guntur juga memohon doa serta dukungan dari masyarakat Banyuwangi, agar dapat menjalankan amanah barunya dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banyuwangi. Saya membawa semangat daerah untuk berkontribusi di tingkat nasional. InsyaAllah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Penunjukan Guntur dinilai relevan di tengah berbagai tantangan global yang mempengaruhi stabilitas pangan nasional, mulai dari perubahan iklim, gejolak geopolitik, hingga volatilitas rantai pasok. Dengan pengalaman birokrasi yang matang dan kapasitas manajerial yang kuat, kehadirannya di Kementerian Koordinator Bidang Pangan diharapkan dapat memperkuat formulasi kebijakan yang responsif dan berbasis kebutuhan lapangan.
Bagi Banyuwangi, penunjukan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Sosok yang selama ini mengabdi bagi daerah kini dipercaya membawa pengalaman dan perspektif lokal ke panggung kebijakan nasional, sebuah bukti bahwa sumber daya manusia daerah memiliki kapasitas besar untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Satu Panel dengan Luhut di Indonesia Summit 2026, Bupati Ipuk Paparkan Digitalisasi Pemerintahan