Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Mujahadah Nisfusaanah Di Hongkong Di Padati TKW Indonesia, Hadirkan Suasana Hikmad Dan Penuh Makna

HONGKONG II Bratapos.com Semangat spiritual para pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong terpancar dalam kegiatan Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah yang dihadiri jamaah dari berbagai wilayah. Di tengah kesibukan bekerja jauh dari tanah air, mereka berkumpul untuk berdoa, memperkuat keimanan, dan mempererat tali persaudaraan.

Kegiatan penuh kekhidmatan tersebut dihadiri Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA, pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo, bersama rombongan dari Indonesia, Ketua Perwakilan Luar Negeri, Ibu Sila, serta para pengamal Wahidiyah di Hong Kong.

BACA JUGA : KPK Geledah DKPP Kota Madiun 5,5 Jam, Dua Koper Dokumen Keuangan Dibawa

Doa dan kebersamaan di negeri perantauan


Mujahadah Nisfussanah menjadi momentum penting bagi para jamaah untuk memperkuat hubungan spiritual sekaligus menjaga kebersamaan di tengah kehidupan sebagai pekerja migran.

Bagi para TKW Indonesia yang bekerja jauh dari keluarga, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi ruang untuk menenangkan hati, memanjatkan doa, serta saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di perantauan.

Kehadiran Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA bersama rombongan dari Indonesia memberikan semangat tersendiri bagi jamaah. Nasihat dan motivasi yang disampaikan diharapkan mendorong para pengamal Wahidiyah untuk terus menjaga keistiqamahan dalam beribadah, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa jarak geografis dan perbedaan negara tidak menjadi penghalang untuk menjaga persaudaraan. Di tengah kehidupan yang penuh tuntutan, kebersamaan dalam kegiatan keagamaan menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan sosial, dan kebutuhan spiritual.

Ketua Perwakilan Luar Negeri, Ibu Sila, turut hadir bersama jamaah dalam momentum yang mempererat hubungan antarpengamal Wahidiyah di Hong Kong.

Mujahadah Nisfussanah diharapkan menjadi sumber semangat baru bagi para jamaah untuk menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang, sikap yang lebih baik, serta semangat saling membantu.

Wahidiyah bukan sekadar mempertemu kan jamaah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hati, merawat persaudaraan, dan menebarkan kebaikan di mana pun berada.

WAHIDIYAH MENGUATKAN HATI, MEMPERERAT SILATURAHMI, MENYATUKAN LANGKAH DALAM KEBAIKAN.

Hartono

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Hukum Tegak Di Hongkong, TKW Indonesia Rasakan Keadilan : Uang Tak Bisa Membeli Hukum
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.