BANYUWANGI || Bratapos.com – Ratusan driver ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Banyuwangi larut dalam suasana duka saat menggelar aksi solidaritas di depan pintu gerbang Mapolresta Banyuwangi, Jumat (29/8/2025) malam. Dengan lilin menyala, tabur bunga, dan doa bersama, mereka mengenang mendiang Afan Kurniawan, rekan seprofesi yang wafat usai tragedi unjuk rasa di Jakarta.
Lilin yang berjejer di kegelapan malam tidak sekadar simbol belasungkawa, tetapi juga penegasan solidaritas dan persatuan para driver. Suasana menjadi semakin bermakna ketika Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., hadir bukan sebagai pejabat, melainkan duduk bersila di tengah-tengah barisan driver, larut bersama dalam doa.
BACA JUGA :
Jelang Meras Kuntulan 2026, Kertosari Banyuwangi Matangkan Festival Kebangkitan Seni Tradisi
Dalam sambutannya, Kapolresta menegaskan empati sekaligus komitmen kepolisian untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Atas nama jajaran Polresta Banyuwangi, kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Afan Kurniawan. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Kehadiran kami malam ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat, khususnya keluarga besar driver ojek online di Banyuwangi,” ucapnya penuh empati.
Kapolresta juga menegaskan bahwa kasus yang menimpa almarhum sudah menjadi perhatian langsung pimpinan Polri. Menurutnya, Kapolri telah memastikan setiap personel yang diduga melanggar akan diproses secara tegas dan transparan. Bahkan, Kadiv Propam Mabes Polri telah menahan sejumlah anggota yang diduga terlibat selama 20 hari di tempat khusus, sebagai bagian dari penegakan akuntabilitas institusi.
Di hadapan para driver, Kapolresta mengapresiasi sikap solidaritas lintas komunitas. Menurutnya, aksi doa, menyalakan lilin, dan tabur bunga bukan hanya simbol duka, melainkan juga ruang untuk saling menguatkan.
“Alhamdulillah malam ini kita hadir bersama, menyalakan lilin, menabur bunga, dan berdoa dengan tulus. Apa yang menjadi harapan rekan-rekan insyaAllah akan saya sampaikan kepada pimpinan. Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang meliput, sehingga publik dapat melihat kebersamaan driver ojekk online di Banyuwangi yang bersatu mendoakan almarhum,” tegasnya.
Kehadiran Kapolresta di tengah-tengah para driver ojek online meninggalkan kesan mendalam. Di balik suasana duka, mereka merasa tidak sendirian. Perasaan itu diungkapkan langsung oleh perwakilan komunitas driver ojek online, Yudha Okta Mahendra.
“Malam ini kami merasa benar-benar didampingi. Kehadiran Bapak Kapolresta sangat berarti. Ini bukan sekadar aksi solidaritas untuk almarhum Afan, tapi juga pengingat bahwa persaudaraan dan kebersamaan harus selalu kita jaga,” ungkap pria yang akrab disapa Bang AO, dengan mata berkaca-kaca.
Aksi ini digagas bersama oleh sejumlah komunitas ojol seperti ASLI Banyuwangi dan FRONTAL Banyuwangi, dengan dukungan penuh dari ratusan ojol yang hadir dari berbagai wilayah Banyuwangi.
Di penghujung acara, seluruh peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa memohon agar almarhum Afan Kurniawan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
Aksi menyalakan lilin dan tabur bunga ini bukan hanya menjadi simbol penghormatan bagi mendiang, melainkan juga penegasan bahwa ikatan emosional sesama driver ojek online tidak lekang oleh jarak dan waktu.
Bersandingnya aparat dan masyarakat dalam suasana duka ini sekaligus meneguhkan wajah humanis kepolisian, bahwa Polri hadir bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga ketika masyarakat merasakan kehilangan. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Lanal Banyuwangi Percepat Reformasi Birokrasi, Wujudkan Pelayanan Publik Profesional
Next Article
Kebakaran Hebat Hanguskan Toko Aki di Banyuwangi, Kerugian Capai Rp100 Juta