BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan distribusi pupuk subsidi dan harga gabah di Kabupaten Banyuwangi dalam kondisi stabil. Kepastian itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Desa Karangbendo, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (14/5/2026).
Dalam dialog bersama ratusan petani, Zulhas menegaskan dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memantau kondisi pangan nasional, termasuk harga gabah, distribusi pupuk, dan irigasi pertanian di daerah.
BACA JUGA :
APBD Banyuwangi 2027 Hadapi Tantangan Fiskal, Bupati Ipuk Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan
“Saya diminta Presiden untuk mengecek harga gabah. Tadi di Banyuwangi harga gabah bagus, di atas Rp6.500 per kilogram. Saya juga diminta mengecek pupuk, alhamdulillah pupuk lancar dan sekarang dapat diskon harga 20 persen. Irigasinya juga bagus. Wajar kalau nilai tukar petani naik,” ujar Zulhas yang hadir didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.
Pemerintah sebelumnya telah menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak tahun lalu, sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian nasional. Harga pupuk urea yang sebelumnya Rp112.500 per sak turun menjadi Rp90.000, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.
Menurut Zulhas, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan distribusi pupuk berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator keberhasilan program pemerintah dalam menjaga sektor pangan nasional.
“Saya cek penyalurannya juga tidak kurang-kurang. Berarti sudah benar, programnya berhasil,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengungkapkan realisasi penebusan pupuk subsidi di Jawa Timur telah mencapai hampir 50 persen dari total alokasi sekitar dua juta ton. Banyuwangi disebut menjadi salah satu daerah dengan tingkat serapan pupuk yang tinggi.
“Penyerapan di Banyuwangi sudah sekitar 50 persen. Ini menunjukkan distribusi pupuk berjalan lancar dan daya beli petani cukup baik. Kita berharap hasil panen tahun ini meningkat, baik untuk tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan,” kata Daconi.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan bersama Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dua ton pupuk nonsubsidi kepada Kelompok Tani Sumber Urip, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari.
Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Muhammad Sayidi, mengaku kondisi pertanian saat ini jauh lebih kondusif dibanding beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, petani kini tidak lagi menghadapi persoalan kelangkaan pupuk.
“Sekarang sudah tidak ada istilah kelangkaan pupuk. Petani butuh, pupuk tersedia. Harga gabah juga bagus, bahkan ada yang mencapai Rp7.000 per kilogram,” ujar Sayidi.
Ia menilai, kestabilan harga gabah dan kemudahan akses pupuk membuat petani lebih tenang menghadapi musim tanam maupun panen.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada pemerintah. Pupuk tidak ada kendala, stok banyak dan harganya turun. Harga gabah juga bagus,” ungkapnya.
Bantuan dua ton pupuk nonsubsidi tersebut rencananya akan dibagikan kepada seluruh anggota kelompok tani, guna mendukung kebutuhan pemupukan pada musim tanam mendatang.
Sebelum menghadiri Rembuk Tani, Zulhas juga mengikuti Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng. Kegiatan itu dihadiri pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para santri.
Dalam forum tersebut, Zulhas menegaskan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan umat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk di sektor pangan,” pungkasnya. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Menko Pangan Zulhas Siapkan Skema Serap Ikan Nelayan Banyuwangi untuk Program MBG
Next Article
Dandim 0825/Banyuwangi Dampingi Menko Pangan Zulhas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Banyuwangi