Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Banyuwangi, Prioritaskan Tukang Becak Lansia

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Program elektrifikasi angkutan rakyat dari Presiden Prabowo Subianto mulai direalisasikan di daerah. Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden resmi tiba di Kabupaten Banyuwangi, Senin (12/1/2026). Bantuan tersebut diprioritaskan bagi tukang becak lanjut usia guna meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Presiden terhadap sektor transportasi rakyat kecil, khususnya pengemudi becak lansia.

BACA JUGA : Ditolak Oknum Pengawas Yayasan, Awak Media Gagal Klarifikasi Soal Temuan Ulat Di Menu Makanan MI Mayak Dari SPPG Tonatan Yayasan Azmania Ponorogo

“Alhamdulillah, bantuan becak listrik telah tiba di Banyuwangi. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Program ini sangat membantu para tukang becak yang usianya sudah lanjut, agar tetap bisa bekerja dengan lebih ringan dan manusiawi,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, bantuan becak listrik ini menyasar pengemudi becak berusia di atas 60 tahun, yang secara fisik sudah tidak memungkinkan untuk mengayuh becak konvensional dalam waktu lama.

“Dengan becak listrik, mereka tidak perlu lagi mengayuh. Ini bukan hanya soal alat transportasi, tetapi juga soal keberpihakan negara kepada pekerja informal lansia,” tegasnya.

Penyaluran becak listrik ini difasilitasi oleh Gerakan Sosial Nasional (GSN) yang ditunjuk sebagai mitra distribusi. Perwakilan GSN, Candra Mahardika, menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak boleh salah sasaran.

“Becak listrik ini khusus untuk tukang becak aktif. Prioritas utama adalah usia di atas 60 tahun. Untuk rentang usia 55–60 tahun hanya dialokasikan kuota maksimal 20 orang,” jelas Candra.

Saat ini, GSN telah mendata sekitar 100 calon penerima, sementara 100 lainnya masih dalam proses pendataan bersama pemerintah daerah. Penentuan penerima dilakukan tanpa melihat asal kecamatan, selama memenuhi kriteria usia dan masih aktif menarik becak.

“Yang penting tukang becak aktif dan memenuhi syarat usia. Kami pastikan bantuan ini tidak jatuh ke pihak lain,” terangnya.

Sebanyak 200 unit becak listrik tersebut, saat ini ditempatkan di Gedung Korpri Banyuwangi untuk menjalani pengecekan dan penanganan teknis dasar oleh mekanik sebelum diserahkan kepada penerima.

Becak listrik ini merupakan produk buatan PT Pindad, dilengkapi fasilitas penunjang seperti kanopi, lampu, spion, tempat duduk penumpang yang nyaman, serta sadel ergonomis untuk pengemudi.

Dari sisi performa, becak listrik ini menggunakan motor penggerak berbasis baterai dengan jarak tempuh hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian daya. Pengisian baterai dapat dilakukan di rumah dengan sistem yang sederhana dan biaya relatif terjangkau.

“Perawatannya mudah, mekanik lokal di Banyuwangi bisa menangani. Jika terjadi kendala selama masa garansi satu tahun, kami siap melakukan pendampingan,” kata Candra.

Pengiriman becak listrik ke Banyuwangi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 100 unit tiba pada awal Januari 2026, disusul tahap kedua sebanyak 100 unit yang tiba pada Senin (12/1/2026).

Program ini diharapkan tidak hanya membantu mobilitas tukang becak lansia, tetapi juga menjadi langkah awal transformasi transportasi ramah lingkungan berbasis kerakyatan di Banyuwangi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Waduh, SPPG Se-Kabupaten Sumenep Belum Mengantongi Hasil Uji Laboratorium Pengelolaan Air Limbah
Next Article
Dituntut 13 Tahun, Seorang LC Terlihat Teteskan Air Mata

Related to this topic:

Be the first to write a comment.