Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

BKKBN Lakukan Roadshow Sosialisasi Stunting di Wilayah Gubug Raya bersama Edy Wuryanto

GROBOGAN || Bratapos.com - BKKBN Jawa Tengah bersama Edy Wuryanto melakukan roadshow sosialisasi stunting di wilayah Gubug Raya. Kali ini warga Desa Jumo, Kecamatan Kedungjati yang berkesempatan mendapatkan sosialisasi stunting demi terwujudnya nol stunting di wilayah Kedungjati, Grobogan.

BACA JUGA : Karang Taruna Kelapa Dua Bergerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga Jatiwaringin Terdampak Asap Sampah

300 warga Jumo antusias dalam mendengarkan arahan dan penjelasan dari narasumber, narasumber pada kesempatan kali ini ialah Indarti Ningsih, perwakilan BKKBN Grobogan Dan Iwan Dwi Antoro, Perwakilan BKKBN Jawa Tengah.

Edy Wuryanto menerangkan, bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak, intervensi stunting adalah 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga, dalam kurun waktu 1000 hari tersebut asupan gizi pada ibu dan anak harus diperhatikan. Makan makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna merupakan hal wajib, lebih-lebih ditambah vitamin penambah darah. Karena kadar hemoglobin waktu hamil sangatlah penting, ibu harus mencapai kadar hemoglobin tertentu guna meminimalisis resiko stunting.

Indarti Ningsih juga menjelaskan, jika pernikahan dini menjadi ancaman kepada para remaja, dimana masih banyak remaja yang sebetulnya belum cukup umur namun sudah menikah, apalagi karena terjadi “kecelakaan” atau hamil duluan. Hal-hal seperti inilah yang membuat sang bayi dikandung dalam rahim yang sebetulnya belum siap, karena pinggul ibu belum sepenuhnya lebar, usia ibu yang masih dini, maupun psikologis ibu yang belum matang.

Karena mengandung seorang anak bukanlah perkara mudah, bapak dan ibu harus siap mental, siap ekonomi maupun harus siap berkorban waktunya guna merawat yang calon bayi agar mendapat gizi yang cukup.

Iwan Dwi Antoro menambahkan, bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan dengan cara:
- Saat remaja putri, dilakukan screening anemia dan konsumsi tablet tambah darah
- Saat masa kehamilan, rutin mendatangi fasilitas kesehatan guna memeriksa kandungan agar kesehatan calon bayi dan ibu dapat terpantau. Serta diperlukan memenuhi asupan nutrisi yang baik dengan makanan sehat dan mineral seperti zat besi, asam folat, dan yodium.
- Saat balita, memberikan asi eksklusif pada bayi selama 6 bulan, setelah 6 bulan selain diberikan asi, bayi juga harus diberikan makanan pencamping asi. Serta rutin imunisasi dan gaya hidup sehat. (Arifin)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pemprov Jateng Bersama LPA Kembangkan Program Kesejahteraan Remaja
Next Article
DPRD Sampang Gelar Paripurna: Nota Penjelasan Raperda Serta Penjelasan Bupati Terhadapa Raperda Eksekutiv

Related to this topic:

Be the first to write a comment.