Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Gandeng DPMD Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Ketahanan Pangan

SUMENEP || Bratapos.com - Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar resmi menjalin kemitraan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) guna mendorong pengelolaan potensi lokal Desa secara lebih terstruktur dan mandiri.

Salah satu upaya Bank milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep itu memperkuat ketahanan pangan dan menekan pentingnya gotong royong antar pemangku kepentingan dalam membangun sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan berbasis karakteristik wilayah.

BACA JUGA : Sertijab Polresta Banyuwangi: Kasatresnarkoba dan Dua Kapolsek Berganti, Kapolresta Tekankan Pelayanan Presisi

"Isu ketahanan pangan bukan semata tanggung jawab pemerintah pusat. Ini harus menjadi gerakan bersama, dan kami siap mendukung penuh program DPMD yang sejalan dengan kebutuhan riil desa,” ujar Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar adalah membuka rekening khusus bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor pangan.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kelembagaan, mempermudah akses pendanaan, dan memastikan pengelolaan keuangan yang akuntabel.

“Kami ingin BUMDes lebih kuat secara kelembagaan dan fleksibel dalam mengembangkan program-program pangan di desa,” urainya.

Selain itu, Hairil Fajar menyoroti pentingnya pemerataan layanan keuangan hingga ke wilayah kepulauan seperti Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. Ia menilai daerah-daerah tersebut memiliki sumber daya pangan yang melimpah namun belum terkelola secara optimal.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan keuangan syariah yang inklusif, termasuk untuk desa-desa kepulauan yang selama ini kurang terjangkau,” tambahnya.

Ia berharap sinergi antara lembaga keuangan lokal dan pemerintah desa dapat mendorong BUMDes untuk mengelola lahan-lahan produktif, mengolah hasil pertanian secara modern, hingga menjangkau distribusi pangan ke wilayah terpencil.

"Ketahanan pangan harus tumbuh dari desa. Kolaborasi seperti ini penting agar dampaknya benar-benar terasa dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutupnya.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Terkait Proyek PDAM di Ngrowo Bening, Ini Penjelasan Komisi ll DPRD Kota Madiun
Next Article
Gaji Sering Telat, Honorer Satgas BPBD Deli Serdang Menjerit

Related to this topic:

Be the first to write a comment.