Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kampus Berdampak; Mahasiswa UNRAM Melaksanakan Kegiatan Pengabdian di TK.Tunas Bangsa Senggigi

Photo: Mahasiswa Unram & rekan guru & murid TK.Tunas Bangsa Senggigi

 

BACA JUGA : Bupati Ipuk Tegaskan Tak Ada Pungutan Saat SPMB 2026, Sekolah Dilarang Jual Seragam dan Buku

 

Senggigi, NTB||bratapos.com--Mahasiswa Universitas Mataram (UNRAM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis program studi ekonomi pembangunan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada anak anak usia dini yaitu pada TK.Tunas Bangsa Senggigi dan masyarakat umumnya didesa senggigi kec.batulayar kabupaten lombok barat, NTB pada hari Sabtu, (15/11/2025).

Pengabdian kepada anak anak usia dini (TK) dan masyarakat umumnya merupakan bagian integral dari tridarma perguruan tinggi yang tidak kalah penting dari pendidikan dan penelitian. Di antara berbagai bidang pengabdian, sektor pendidikan menjadi salah satu wilayah yang sangat krusial untuk dikuatkan, terutama dalam konteks pemerataan akses, peningkatan kualitas, dan transformasi metode pembelajaran.

Perguruan tinggi, guru, lembaga sosial, dan masyarakat luas memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya guna dan berkelanjutan. Pengabdian masyarakat di bidang pendidikan pada anak anak usia dini yang dilaksanakan oleh mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Mataram merupakan perwujudan dari kegiatan Proyek mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Kegiatan Pengabdian ini dibimbing langsung oleh dosen pengampu mata kuliah yaitu "IBU NURLATIFA,S.Pd., M.Pd.".

Dalam sambutannya Ibu Dosen "Nurlatifa mengungkapkan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian tersebut hususnya pada anak usia dini dan dimasyarakat umumnya, yaitu di TK.Tunas Bangsa Senggigi sebagai wujud kepedulian, tanggung jawab dan kolaborasi selaras akan pengabdian yang sesungguhnya antar mahasiswa pada dunia pendidikan anak hususnya dan masyarakat umumnya.

"Kegiatan pengabdian di TK.Tunas Bangsa senggigi ini bukan hanya bentuk tanggung jawab moral, melainkan juga wahana strategis dalam mentransformasikan hasil riset menjadi manfaat konkret bagi publik sehingga dapat mewujudkan tujuan dari Pendidikan Tinggi yaitu kampus dapat berdampak bagi masyarakat luas".

 

*Urgensi Pengabdian di Bidang Pendidikan*

Pengabdian di bidang pendidikan menjadi penting karena pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk kualitas manusia dan masyarakat. Kesenjangan pendidikan masih menjadi masalah serius, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal. Dalam konteks ini, kontribusi akademisi dan lembaga pendidikan tinggi sangat dibutuhkan untuk memperluas akses dan kualitas pendidikan.

- Pertama, pengabdian di bidang pendidikan mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. Ketika institusi pendidikan turun langsung ke lapangan, mereka membawa serta pengetahuan, teknologi, dan metode pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan kondisi lokal. Ini membuka ruang dialog antara teori dan praktik yang memperkaya kedua belah pihak.

- Kedua, pengabdian juga penting untuk membangun kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput. Guru-guru di daerah sering kali tidak memiliki akses terhadap pelatihan terbaru. Melalui program pengabdian, mereka bisa mendapatkan pelatihan, workshop, serta pendampingan berkelanjutan yang membantu mereka memperbaharui metode dan pendekatan pengajaran. 

- Ketiga, pengabdian masyarakat juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas. Mereka dapat mengembangkan empati, kemampuan komunikasi, manajemen program, dan keterampilan sosial lainnya yang tidak didapat dari pembelajaran teoritis semata.

Beliau juga mengungkapkan bahwa, Pengabdian di bidang pendidikan pada anak usia dini (TK.Tunas Bangsa Senggigi), adalah salah satu upaya paling mulia dan strategis dalam membangun masa depan bangsa. Kegiatan ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan anak anak usia dini (TK). Melalui bentuk-bentuk pelatihan guru, penguatan literasi murid, penyusunan kurikulum lokal, hingga pemanfaatan teknologi. pengabdian ini memberi dampak nyata yang berjangka panjang. Namun demikian, efektivitas program sangat bergantung pada strategi pelaksanaan yang berbasis kebutuhan, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan. Di sisi lain, berbagai tantangan seperti keterbatasan dana dan resistensi budaya perlu disikapi secara bijak dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas." Tutupnya.....[red]

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dalam Rangka Rakernas & HUT ke-11 Brata Pos Media: Perkuat Soliditas, Tingkatkan Karya, dan Siapkan UKW 2026
Next Article
Respons Cepat Hotline 110: Polresta Banyuwangi Sukses Redam Kasus Pengancaman, Mediasi Berakhir Damai

Related to this topic:

Be the first to write a comment.