Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Program Toilet Gratis di SPBU Belum Optimal, Warga Madiun Soroti Kebersihan

Kota Madiun || Bratapos.com - Program penyediaan toilet gratis di SPBU yang digagas oleh Pertamina melalui akun media sosial resminya, seperti Instagram @spbupertamina dan @pertamina135, pada dasarnya bertujuan memberikan kenyamanan serta pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jalan.

 

BACA JUGA : Dispendik Gresik Luruskan Beredarnya Video Siswa Tak Lolos SPMB Jalur Prestasi Non Akademik

Namun demikian, implementasi kebijakan tersebut di lapangan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Tanpa pengelolaan kebersihan dan pengawasan yang optimal, fasilitas gratis justru berpotensi mengalami penurunan kualitas.

 

Hal tersebut dikeluhkan oleh salah satu warga Madiun, Ningsih, yang kerap memanfaatkan fasilitas toilet di SPBU milik Pemerintah Kota Madiun yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat. Ia mengaku prihatin dengan kondisi toilet yang dinilai tidak lagi bersih dan kurang terawat.

 

“Saya ini asli warga Madiun dan sekarang tinggal di Dolopo. Selama ini sering mampir ke sini kalau dalam perjalanan pulang. Tapi saya merasa prihatin, karena kondisi toiletnya sekarang kotor dan kurang terawat. Tadi saya lihat gayungnya tampak hitam, lantainya juga terlihat kotor kemerahan. Tidak seperti dulu ketika masih ada petugas yang berjaga,” ujarnya usai menggunakan fasilitas tersebut, Jumat (24/4/2026).

 

Menurut Ningsih, kebijakan toilet gratis seharusnya tetap diimbangi dengan sistem perawatan yang baik. Ia menilai, keberadaan petugas kebersihan yang berjaga sebelumnya justru memberikan dampak positif terhadap kenyamanan pengguna.

 

“Lebih baik saya bayar seribu atau dua ribu rupiah, tapi ada petugas yang rutin membersihkan. Daripada gratis, tapi kondisinya kotor dan agak bau seperti itu,” tambahnya.

 

Tak hanya fasilitas toilet, Ningsih juga menyoroti kondisi mushola yang berada di area SPBU tersebut. Ia menilai kebersihan dan kerapian tempat ibadah juga mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

 

“Di mushola juga kurang rapi. Mukenanya terlihat kurang bersih, tidak seperti dulu yang wangi seperti habis laundry. Sekarang terkesan kumel,” jelasnya.

 

Selain soal kebersihan, Ningsih juga menyampaikan keprihatinannya terhadap para petugas kebersihan yang sebelumnya berjaga di area toilet. Menurutnya, keberadaan mereka tidak hanya menjaga kualitas fasilitas, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi mereka.

 

“Saya juga kasihan dengan bapak-bapak yang dulu menjaga toilet, sekarang kehilangan mata pencaharian. Padahal mereka tidak pernah memaksa pengunjung untuk bayar, tapi saya pribadi ikhlas karena tempatnya bersih dan nyaman,” tuturnya.

 

Ia berharap pihak pengelola dapat mengevaluasi kebijakan yang diterapkan, sehingga fasilitas umum seperti toilet dan mushola tetap terjaga kebersihannya tanpa mengabaikan aspek kenyamanan pengguna maupun keberlangsungan tenaga kerja yang sebelumnya terlibat.

 

Sementara itu, Direktur PD Aneka Usaha Pemkot Madiun, Sutris, selaku pengelola SPBU di Jalan Basuki Rahmat, telah dihubungi oleh pihak media melalui pesan WhatsApp untuk dimintai tanggapan. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan respons. Yatno

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pemuda Lira Buru Menduga Pemegang IPR Tambang Emas GB Kerja Tanpa Ada RKAB
Next Article
Seleksi Perangkat Desa Patalan Kecamatan Kendal Berjalan Dengan Kondusif Dan Lancar

Related to this topic:

Be the first to write a comment.