BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi berhasil memadamkan kebakaran pohon beringin di area SMK Negeri 1 Glagah, Minggu (14/6/2026) malam. Tindakan sigap petugas mencegah api meluas hingga mengancam bangunan sekolah dan fasilitas pendidikan di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.20 WIB di area SMKN 1 Glagah yang berlokasi di Jalan Kuntulan, Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Laporan kebakaran diterima Call Center Damkarmat Banyuwangi pada pukul 18.47 WIB dan segera diteruskan kepada Regu Brama 3 untuk melakukan penanganan darurat.
BACA JUGA :
Ketua DPW Madas Nusantara Jatim Koordinasikan DPD Se-Jatim Kawal Proses Hukum Dugaan Pernyataan I Wayan Setiawan
Tak berselang lama, petugas Damkarmat tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Berkat kesigapan petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.30 WIB. Sementara seluruh rangkaian penanganan, pendinginan, hingga investigasi lapangan selesai pada pukul 20.19 WIB.
Objek yang terbakar diketahui merupakan pohon beringin tua yang berada di dalam kawasan sekolah. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material karena api berhasil dicegah sebelum merembet ke bangunan di sekitarnya.
Menurut hasil asesmen awal, kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan sekolah yang sedang melakukan patroli rutin. Saat itu, ia melihat kepulan asap dari area pohon dan segera melakukan pengecekan sebelum melaporkannya kepada pihak sekolah dan menghubungi Damkarmat Banyuwangi.
Pelapor yang juga guru aktif di SMK Negeri 1 Glagah, Bunawi, menjelaskan bahwa pohon beringin tersebut dalam kondisi kering dan sedang dilakukan proses penebangan.
"Pekerjaan pemotongan pohon selesai sekitar pukul 16.00 WIB dan rencananya akan dilanjutkan besok. Tidak lama setelah pekerjaan selesai, diketahui muncul kebakaran pada bagian pohon yang telah kering tersebut. Karena khawatir api membesar dan merembet ke bangunan sekolah, saya langsung menghubungi Damkarmat Banyuwangi," ujar Bunawi.
Setibanya di lokasi, petugas Damkarmat melakukan pengamatan visual dari jarak aman untuk menentukan strategi pemadaman. Selanjutnya satu selang berukuran 1,5 inci lengkap dengan nozzle dihubungkan ke unit mobil pemadam, guna melakukan penyemprotan pada sisi selatan titik kebakaran.
Komandan Regu Brama 3 Damkarmat Banyuwangi menjelaskan, bahwa langkah cepat dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Saat tiba di lokasi, api sudah membakar bagian batang dan ranting pohon yang kering. Prioritas kami adalah memutus arah rambatan api menuju area bangunan sekolah. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih aktif," jelasnya.
Setelah kobaran api utama berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan secara menyeluruh pada bagian batang, akar, dan tumpukan material sisa penebangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Tim investigasi Damkarmat juga melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian, guna mengidentifikasi penyebab kebakaran sekaligus memastikan tidak terdapat potensi bahaya lanjutan.
Berdasarkan hasil investigasi awal, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada instalasi lampu taman yang berada di dekat pohon beringin. Percikan api diduga menyambar tumpukan serbuk kayu hasil penebangan yang berada di bawah jalur kabel listrik, sehingga memicu kebakaran dan membakar bagian pohon yang belum selesai ditebang.
"Dugaan sementara, percikan api berasal dari korsleting instalasi lampu taman yang berada di sekitar lokasi. Percikan tersebut kemungkinan mengenai serbuk kayu dan material kering hasil penebangan sehingga api cepat membesar. Namun, penyebab pasti masih akan kami dalami lebih lanjut," kata Tim Investigasi Damkarmat.
Dalam operasi tersebut, Damkarmat Banyuwangi mengerahkan tiga unit armada pemadam, yakni Ayaxx 03, Fire Dome 04, dan Fire Dome 05, yang didukung tujuh personel Regu Brama 3 bersama unsur Redkar. Selain itu, personel Polri dan warga setempat turut membantu pengamanan area selama proses pemadaman berlangsung.
Meski tidak menimbulkan korban maupun kerugian material, peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai potensi bahaya instalasi listrik yang berada di sekitar material mudah terbakar, terutama di lokasi yang sedang dilakukan pekerjaan pemotongan maupun penebangan pohon.
Kecepatan respons petugas Damkarmat Banyuwangi, kembali menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih besar dan mengancam fasilitas pendidikan yang berada di sekitar lokasi kejadian. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Kenalkan Padel ke Generasi Muda, Pandawa Social Sport Hadirkan Program ‘Padel Go to School’