Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Semangat SAHABAT Menguatkan Kebinekaan: Puluhan Tokoh Lintas Agama dan Ulama Berkumpul di SMA Santo Paulus Jember

JEMBER, BRATAPOS.com – Nuansa persaudaraan dan toleransi terasa kental di Aula SMA Santo Paulus Jember pada Sabtu (28/3/2026). Puluhan tokoh lintas agama, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat hadir dalam Sarasehan Kebhinekaan yang mengusung semangat SAHABAT, akronim dari solidaritas, harmoni, dan bersama dalam toleransi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi ruang dialog penting di tengah upaya merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Jember. Hadir sebagai pembuka acara, Bupati Jember, Gus Muhammad Wafait, S.E., M.Sc., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial.

BACA JUGA : Perkim kota Pasuruan sosialisasikan DED Paket Pekerjaan infrastruktur Permukiman 2026

"Kebinekaan adalah anugerah yang harus kita rawat bersama. Melalui semangat SAHABAT, kita ingin memastikan bahwa perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun Jember yang lebih harmonis," ujar Bupati di hadapan para undangan.

Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber kunci yang mewakili perspektif lintas iman. Dari kalangan Kristen, Romo Hendrikus Suwaji, O. Carm, selaku Ketua Komisi Hubungan antar Umat Beragama Keuskupan Malang, memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya dialog terbuka sebagai jembatan perbedaan. 

Sementara dari kalangan Islam, DR. KH. Hordi Ariev, Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Silo, Jember, hadir sebagai narasumber yang memperkaya diskusi dengan perspektif keagamaan yang inklusif.

Kehadiran para tokoh agama semakin melengkapi forum ini. Tampak hadir Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jember, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), serta Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN KHAS Jember. 

Tak ketinggalan, para Romo Kepala Paroki dari berbagai wilayah di Jember seperti Paroki Santo Yusuf, Hati Tersuci Santa Perawan Maria Sempusari, Santo Paulus Ambulu, hingga Santa Maria Tak Bernoda Tanggul, turut duduk bersama para pimpinan pondok pesantren dari Nurul Chotib Al-Qodiri IV, Al-Falah Silo, Bahrul Ulum Silo, serta Darul Muqomah Gumukmas.

Antusiasme juga terlihat dari keterlibatan komunitas dan elemen masyarakat. Sebanyak 20 santri dari PP Darul Muqomah Gumukmas, 10 santri dari PP Al-Falah Silo, 20 santri dari PP Bahrul Ulum, serta 20 santriwati dari PP Nurul Chotib Al-Qodiri turut memeriahkan acara. Mereka berbaur dengan perwakilan TIM Wadul GUS e, Komunitas GUSDURian Jember, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.

Kepala Sekolah SMAK Santo Paulus, Bruder Nuryatma Gora Pawana, O. Carm, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. 

"Kami ingin menjadikan sekolah ini sebagai rumah bersama untuk belajar tentang toleransi. Semangat SAHABAT harus terus ditanamkan sejak dini, dan kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendukung," ungkapnya.

Sarasehan yang berlangsung interaktif ini, diakhiri dengan deklarasi bersama untuk terus mengedepankan dialog dan toleransi di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan harmoni sosial di Kabupaten Jember, sekaligus bukti nyata bahwa perbedaan dapat disinergikan dalam bingkai persaudaraan sejati.(rup-bp/jbr)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Warga Desa Guwoterus Tuban, Menjerit Keluhkan Harga LPG yang Jauh Melambung Diatas HET
Next Article
Respon Cepat Polres Lombok Barat atas Laporan Dugaan Tindak Pidana Penggergahan di Sekotong Barat

Related to this topic:

Be the first to write a comment.