Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

17 Delegasi Internasional Terkesan Keelokan Alam & Kuliner Saat Kunjungi Banyuwangi

BANYUWANGI || Bratapos.com – Sebanyak 17 delegasi internasional dari 12 negara dan organisasi internasional melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi dalam rangkaian acara "Ambassador Goes to Kampung KB". Selama tiga hari, (13-15 Mei 2024) di Bumi Blambangan, para utusan internasional tersebut terkesan dengan kuliner dan keelokan alam Banyuwangi. Kamis (16/05/2024).

BACA JUGA : Pemerintah Desa Pucangan Laksanakan Kegiatan Posyandu ILP Untuk Tingkatkan Kesehatan Balita Hingga Lansia

Dalam kegiatan itu, para delegasi meninjau dan sharing berbagai program kependudukan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang ada di Banyuwangi. Termasuk meninjau bagaimana pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh daerah. Mereka mengunjungi Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, yang merupakan salah satu Kampung KB yang banyak memiliki program-program kependudukan berbasis warga desa. Di sana mereka disuguhkan hasil pertanian dan berbagi hasil olahannya. Seperti buah naga, manggis, dan durian. “Desa ini sangat fantastis, warganya kompak dan aktif mengelola berbagai program. Termasuk berbagai hasil pertanian yang sangat menarik, khususnya buah-buahannya,” kata Essi Evelina, Deputy Head of Mission Kedubes Finlandia. Duta Besar Thailand, Prapan Disyatat, mengungkapkan ia sempat mengunjungi Gunung Ijen dan kagum terhadap keindahan alamnya. "Ijen sangat indah dan perjalanan menuju puncaknya cukup menantang, tetapi semua pengorbanan itu sepadan. Dari segi pariwisata, Banyuwangi tidak kalah menarik dengan Bali," ucap Prapan Disyatat, Dubes Thailand. Para delegasi juga mengunjungi hutan De Djawatan, yang dikenal dengan hutan Lord of The Rings Banyuwangi. Deputy Head of Mission Kedubes Kenya, Jackson Nyagaka Onkoba, mengaku terkesima dengan keindahan hutan De Djawatan dan dan kagum terhadap upaya pelestarian pohon-pohon tua yang telah dilakukan selama berabad-abad. Dia juga terkesan dengan kehangatan dan kekompakan masyarakat lokal. "Saya terkesan dengan komunitas yang kuat disini dan penerimaan hangat masyarakat terhadap kami. Saya berharap dapat kembali ke sini dan mengajak kolega untuk mengunjungi destinasi wisata alami yang menakjubkan lainnya di Banyuwangi," ujar Joseph. Para delegasi tersebut juga menikmati berbagai kuliner Banyuwangi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Seperti yang diungkapkan Konselor Kedutaan Australia, Simon Joseph Flores, yang mengaku cocok dengan rasa kopi Banyuwangi. "Rasa kopinya soft, nikmat. Saya suka, sekali duduk bisa habis sampai dua cangkir," ujarnya sambil tertawa. Buah durian Banyuwangi juga berhasil mencuri perhatian Kevin Tokar, diplomat Kedutaan Kanada yang mengaku, ini merupakan pengalaman pertama makan durian. "Aromanya sangat kuat, tapi rasanya enak. Banyuwangi fantastik. Saya ingin kembali lagi ke Banyuwangi suatu saat nanti," ungkapbdiplomat Kedutaan asal Kanada. Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, kedatangan para delegasi ini memberikan dampak positif bagi Banyuwangi. Selain akan mendapat insight-insight untuk memperkaya program-progam kependudukan, juga bisa mempromosikan memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Banyuwangi kepada dunia. "Kami sangat antusias ketika kami dipilih BKKBN menjadi tuan rumah kegiatan Ambassador Goes To Kampung KB pada tahun ini. Semoga para delegasi menikmati dan terkesan selama berada di sini, dan mengabarkan pada negara masing-masing. Dan yang terpenting kami tunggu kedatangannya kembali lagi ke Banyuwangi," kata Bupati Ipuk.
Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Wujud Dukung Peternak Ayam, Bupati Blitar Distribusikan Jagung Ke Peternak
Next Article
Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Tanggamus Menyelenggarakan Sosialisasi Penyusunan Laporan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) Serta Penyusunan Standar Satuan Harga (SSH)

Related to this topic:

Be the first to write a comment.