Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bahayakan Keselamatan Pekerja, K3 Diabaikan,Proyek Milliaran Revitalisasi Kecamatan Tambelangan Disorot.

Sampang | bratapos.com - Revitalisasi sekolah sejatinya bukan sekadar proyek fisik bernilai ratusan bahkan miliaran rupiah, melainkan investasi jangka panjang untuk mencerdaskan generasi bangsa. Sayangnya, dalam praktik di lapangan, sering muncul persoalan: proyek dikerjakan secara tertutup dan banyak dugaan penyimpangan bahkan masyarakat sekitar hanya menjadi penonton.

Padahal, transparansi adalah roh utama dari setiap program pembangunan. Anggaran yang bersumber dari uang rakyat seharusnya diumumkan terbuka, mulai dari nilai kontrak, tahapan pekerjaan, hingga laporan realisasi. Tanpa keterbukaan, proyek rawan menjadi ladang penyimpangan, asal jadi, bahkan sarang korupsi.

BACA JUGA : Bangun Budaya Taat Hukum Sejak Dini, Dosen PPKn FKIP Unram Dampingi Guru di Lombok Utara

Keterlibatan masyarakat pun bukan sekadar formalitas. Komite sekolah, orang tua, hingga tokoh masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mengawasi jalannya proyek. Dengan partisipasi publik, mutu pekerjaan bisa terjaga, kebutuhan sekolah lebih tepat sasaran, dan rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan makin kuat.

Lebih jauh, prinsip transparansi dan partisipasi ini telah diamanatkan dalam UU Keterbukaan Informasi Publik dan Permendikbud tentang Komite Sekolah. Artinya, jika proyek revitalisasi dijalankan secara tertutup dan menyingkirkan masyarakat, itu bukan hanya kesalahan etika, tetapi juga pelanggaran

Namun dalam Hal Ini Revitalisasi di SDS Islam Tanfidziz Syariah desa Barunggagah kecamatan Tambelangan kabupaten Sampang dengan Nilai kontrak Milliaran yang mana papan informasi tidak terpasang bahkan tahap pekerjaan banyak dugaan Penyimpangan yang indikasinya praktik Tindak Korupsi.

Salah satunya diantaranya pemakaian K3 untuk keselamatan para pekerja terlihat diabaikan terkesan meremehkan, dalam hal proyek dengan nilai Milliaran Rupiah dengan tidak adanya papan proyek serta mengabaikan pemakaian K3 dengan terang terangan mengamsusikan pelaksana hanya mengutamakan keuntungan tanpa harus berpikir keselamatan pekerja. 

Saat dikonfirmasi kepala sekolah sebut saja Samhari ustru menghindar dari konfirmasi awak media terkesan dirinya tidak mau tanggung jawab, dengan bungkamnya Samhari menimbulkan banyak asumsi miring dengan dugaan adanya indikasi tindak korupsi secara sistematis.

Rian

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
K3TK Pulau Kundur Luncurkan KLIK TK, Kadis Pendidikan Apresiasi Upaya Penguatan Tata Kelola PAUD
Next Article
Retak Rambut" di Jalan Rp7,9 Miliar — Kontraktor Tenang, Warga Resah, Dinas PU Diminta Turun Cek

Related to this topic:

Be the first to write a comment.