Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

H. Miseri Siap Kawal Penyelesaian Jaringan Listrik, Untuk 90 KK di Dukuh Semenok pada Reses DPRD Jatim

Ponorogo || Bratapos.com - Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Miseri, SH, MH., dari Fraksi Partai Demokrat, yang digelar di Dukuh Semenok, Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali menjadi sarana penting untuk menampung aspirasi masyarakat. 

Dalam kegiatan tersebut, persoalan jaringan listrik kembali mencuat sebagai isu utama, terutama karena masih belum terpenuhinya kebutuhan listrik bagi dua RT, yakni RT 01/02 dan RT 02/02.

BACA JUGA : Kemendagri Dorong Pilkades Digital, Banyuwangi Matangkan Sistem e-Voting untuk 130 Desa

Dalam forum dialog terbuka, H. Miseri menegaskan bahwa ketersediaan jaringan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat modern. Ia menilai bahwa listrik kini telah menjadi bagian vital dalam menunjang aktivitas harian warga.

“Sebelumnya kita telah mengadakan sosialisasi di Balai Desa Ngebel bersama PLN UP3 Dolopo. Hingga hari ini, tiang-tiang listrik sudah mulai terpasang di sejumlah titik, dan proses pengerjaan terus berjalan,” jelas Miseri, Kamis (20/11/2025).

Ia juga menekankan bahwa manfaat besar akan segera dirasakan warga apabila jaringan listrik tersebut rampung.

“Kami akan mendampingi dan mengawal proses pemasangan jaringan listrik ini. Harapannya, akhir tahun ini listrik sudah bisa terpasang dan menyala di rumah-rumah warga,” tambahnya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 ULP Dolopo–Madiun yang diwakili oleh Silvia Kristiana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dukungan masyarakat serta pemerintah desa sangat dibutuhkan demi kelancaran pembangunan jaringan listrik.

“Tanda tangan persetujuan dan izin pemasangan tiang di tanah warga sangat penting agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Selain itu, izin pemangkasan pohon yang dilintasi kabel juga diperlukan. Kerja sama warga akan sangat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Ngebel, Suprianto, mengaku terharu dengan perhatian pemerintah dan PLN terhadap warganya, khususnya masyarakat Dukuh Semenok yang selama ini kurang mendapat akses listrik memadai. Tercatat dua RT dengan total 90 Kepala Keluarga (KK) masih harus menyalur listrik dari Desa Pupus.

“Itupun kalau malam hari, cahayanya sudah redup karena jaraknya jauh dari gardu listrik dan harus berbagi beban dengan warga lain,” ungkapnya.

Suprianto memberikan apresiasi tinggi kepada PLN dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur atas kepedulian mereka. Ia menyebut kehadiran jaringan listrik bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Selama ini banyak warga belum memiliki listrik sendiri karena keterbatasan biaya. Dengan adanya program ini, perubahan yang dirasakan sangat nyata. Warga lebih bersemangat, dan anak-anak bisa belajar lebih lama di malam hari,” ujarnya.

( Jaya )

 

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ketika Judol Termasuk Penyakit Masyarakat, Maka Jangan Dipidana, (Sisi Remang Remang KUHP Baru Tentang Judol)
Next Article
Kapolda Jatim Tinjau Renovasi Mapolsek Geger, Serta Serahkan Baksos Kepada Masyarakat Sekitar

Related to this topic:

Be the first to write a comment.